Pengertian Total Quality Management (TQM)

Total Quality Management (TQM) merupakan satu sistem yang saat ini mulai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan karena dianggap mampu mendukung kinerja manajerialnya. TQM juga dikenal dengan Manajemen Mutu Terpadu.

Menurut Ishikawa dalam Nasution (2005) “TQM diartikan sebagai perpaduan semua fungsi manajemen, semua bagian dari suatu perusahaan dan semua orang kedalam falsafah holistic yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, team work, produktivitas, dan kepuasan pelanggan”.

Total Quality Management (TQM) merupakan suatu sistem yang dapat dikembangkan menjadi pendekatan dalam menjalankan usaha untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungannya (Tjiptono, 2008).

TQM juga merupakan falsafah holistic yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork produktifitas, pengertian dan kepuasan pelanggan (Pawitra, 1993). Dengan demikian TQM merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorientasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi (Mathis and Jackson, 2006).

Total Quality Management (TQM) adalah sebuah pendekatan dalam meningkatkan kualitas secara sistematis dengan menggunakan banyak dimensi dan telah diaplikasikan secara luas oleh banyak perusahaan dengan tujuan meningkatkan kinerja seperti kualitas, produktivitas dan profitabilitas. Dalam berbagai literature manajemen operasi diketahui bahwa perusahaan di seluruh dunia telah menerapkan TQM selama beberapa decade terakhir.

Disamping itu, telah banyak penelitian dilakukan oleh para pakar yang focus pada konsep TQM dengan menggunakan atau meninjaunya dari berbagai area atau konteks yang berbeda. Sejak awal tahun 1980-an TQM telah mendapat perhatian yang besar dari para Manajer, karena terbukti mampu meningkatkan kinerja perusahaan.

TQM merupakan paradigma baru dalam menjalankan bisnis yang berupaya memaksimumkan daya saing organisasi melalui focus pada kepuasan konsumen, keterlibatan seluruh karyawan, dan perbaikan secara berkesinambungan atas kualitas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan organisasi (Krajewski and Ritzman, 2006). TQM merupakan pendekatan yang seharusnya dilakukan organisasi masa kini untuk memperbaiki kualitas produknya, menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitasnya.

Implementasi TQM juga berdampak positif terhadap biaya produksi dan terhadap pendapatan (Gaspersz, 2005). Bukti lain juga menunjukkan bahwa perusahaan yang mengejar praktek terbaik TQM dapat mencapai keuntungan yang lebih tinggi dan cashflowsnya sebaik nilai pemegang saham yang lebih besar (Corbett and Rastrick, 2000).

Sumber :

Rumagit, Liberty Meivert. 2013. Hubungan Penerapan Total Quality Management dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Bahu. Jurnal Penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat, volume 1, nomor 5. Manado.

Advertisements

One thought on “Pengertian Total Quality Management (TQM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s