Unsur TQM : Kerjasama Tim (Teamwork)

Kerjasama tim merupakan salah satu unsur fundamental dalam TQM. Tim merupakan sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama. Faktor-faktor yang mendasari perlunya dibentuk tim-tim tertentu dalam suau organisasi (Tjiptono & Diana, 2001) adalah :

  1. Pemikiran dari 2 orang atau lebih cenderung lebih baik daripada pemikiran satu orang saja
  2. Konsep sinergi (1+1>2), yaitu bahwa hasil keseluruhan (tim) jauh lebih baik daripada jumlah bagiannya (anggota individual)
  3. Anggota tim dapat saling mengenal dan saling percaya, sehingga mereka dapat saling membantu
  4. Kerjasama tim dapat menyebabkan komunikasi terbina dengan baik.

Tim atau kelompok itu adalah kumpulan yang terdiri dari dua atau lebih individu, dan kehadiran masing-masing individu mempunyai arti serta nilai bagi orang lain, dan ada dalam situasi saling mempengaruhi. Pada setiap anggota kelompok tadi selalu kita dapati aksi-aksi dan reaksi-reaksi yang timbale-balik. Jadi, ada dinamika kelompok. (Kartini Kartono,1992).

Tidak semua kumpulan orang dapat dikatakan tim. Untuk dapat dianggap sebagai tim maka sekumpulan orang tertentu harus memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Ada Kesepakatan Terhadap Misi Tim

Agar suatu kelompok dapat menjadi tim dan supaya tim tersebut dapat bekerja dengan efektif, semua anggotanya harus memahami dan menyepakati misinya.

2. Semua Anggota Menaati Peraturan Tim Yang Berlaku

Suatu tim harus mempunyai peraturan yang berlaku, sehingga dapat membentuk kerangka usaha pencapaian misi. Suatu kelompok atau grup dapat menjadi tim manakala ada kesepakatan terhadap misi dan ketaatan terhadap peraturan yang berlaku.

3. Ada Pembagian Tanggung Jawab dan Wewenang yang Adil

Keberadaan tim tidak meniadakan struktur dan wewenang. Tim dapat berjalan dengan baik apabila tanggung jawab dan wewenang dibagi dan setiap anggota diperlakukan secara adil.

4. Orang Beradaptasi Terhadap Perubahan

Dalam TQM perubahan bukan saja tak terelakan tetapi juga diperlukan sekali. Sayangnya, orang umumnya menolak perubahan. Oleh karena itu setiap anggota tim harus dapat saling membantu dalam beradaptasi terhadap perubahan secara positif.

Sumber :

Rumagit, Liberty Meivert. 2013. Hubungan Penerapan Total Quality Management dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Bahu. Jurnal Penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat, volume 1, nomor 5. Manado.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s