Liburan di Paris (2) Tour Eiffel, Palais de Chaillot.

Hari kedua di Paris, langit tampak mendung. Setelah mempersiapkan diri juga sarapan seadanya, sekitar pukul 09.00 kami bergegas dari Hotel menuju ke stasiun Place de Clychi. Tujuan hari ini adalah (kembali) menikmati indahnya menara Eiffel. Berhubung semalam tidak sempat naik ke puncak menara karena antrian yang sangat panjang, hari ini kami sengaja datang pagi-pagi sekali dengan harapan yang mengantri tidak terlalu banyak.

Menara Eiffel (Part 2) 

Naik ke puncak menara Eiffel adalah wajib hukumnya bagi yang berkunjung ke Paris.

Sekitar setengah jam perjalanan menggunakan Metro (M-13) dan sekali dengan RER (RER-C), kami tiba di stasiun Camp de Mars Tour Eiffel. Tepat di tangga keluar terdapat toilet otomat yang bisa bicara. Tidak dikenakan biaya untuk menggunakan fasilitas ini, namun perlu diketahui bahwa toilet ini bekerja secara otomatis. Pintu akan terbuka ketika tombol ditekan, namun ketika didalamnya masih ada orang, toilet ini akan bersuara dengan bahasa yang tidak dimengerti (???) hahaha. Setelah selesai BAB/BAK anda tidak akan menemukan tombol untuk membersihkan seperti layaknya kloset biasa. Jangan panik, jangan pula berusaha menyiram dengan air mineral yang anda punya karena itu akan sia sia. Tidak disarankan untuk berteriak minta tolong. Terus ? apa yang akan terjadi dengan kotoran yang masih menampakkan wujudnya ?#! x_x

Sebenarnya petunjuk sudah jelas disampaikan si toilet yang bisa bicara ini namun dalam bahasa Prancis. Anda tinggal keluar saja maka beberapa saat kemudian pintu tertutup otomatis, dan kloset akan dibersihkan. Ini mungkin dimaksudkan untuk menjaga ketertiban jika banyak yang mengantri. Sudah pasti orang setelah anda akan menunggu sampai pintu tertutup sempurna jika tidak mau bertemu benda aneh di dalam. Hehe

Kita tinggalkan masalah toilet. Suhu dingin sepertinya tidak menghalangi niat para pengunjung untuk sedini mungkin datang mengantri naik menara Eiffel. Pintu masuk belum dibuka, belum tampak ada petugas yang berjaga, namun antrian sudah sepanjang ini.

Liburan di Paris

Antrian untuk naik ke menara Eiffel

Mau tidak mau kami harus bergabung dengan antrian yang mengular, karena sudah tanggung untuk membatalkan niat mulia ini (#?/^). Untuk itu sangat disarankan jika anda tidak mau berdiri mengantri seperti kami, silahkan bawa tenda dan bermalam dibawah menara Eiffel. (ajaran sesat).

Sebagai informasi, akses untuk naik ke menara Eiffel terdapat 4 pintu. Namun pada hari itu hanya 3 pintu yang dibuka yaitu untuk pengunjung yang sudah membeli tiket secara online dan tinggal menunjukkan bukti pembelian (antrian di pintu masuk ini adalah yang paling pendek). Caranya anda bisa langsung mengunjungi situs resmi toureiffel.fr.

Yang kedua adalah pintu masuk untuk pengunjung yang ingin naik menggunakan tangga sampai ke tingkat dua dengan harga sekitar 11€. Sesuai data yang saya baca, akses ke level satu jumlah anak tangganya sebanyak 328 buah. Sedang level dua sebanyak 340 buah anak tangga. Total adalah 668 buah anak tangga untuk mencapai level dua yang kemudian bisa dilanjutkan sampai puncak dengan lift.

Setelah menimbang-nimbang antara isi dompet dan energy yang harus dikeluarkan untuk naik tangga, kami akhirnya memilih naik dengan menggunakan lift seharga 15€ per orang. Ciieee.. berasa seperti orang kaya. eheem..

Liburan di Paris

Berfoto ria : alternatif menghilangkan kejenuhan mengantri

Kira-kira satu jam waktu antri yang diperlukan saat itu untuk sampai di pintu masuk. Sudah ada petugas berseragam ala Paspampres yang akan memeriksa barang bawaan kita, sebaiknya ransel maupun tas tangan sudah dibuka sebelum sampai di security check agar tidak dimarahi si petugas yang galak.

Setelah melewati serangkaian pemeriksaan yang ketat, tibalah kami di lift dengan kapasitas muatan yang cukup besar. Kami diangkat naik sampai ke tingkat dua, dan meneruskan sampai ke puncak menara menggunakan lift lain yang sudah disediakan dengan ukuran lebih kecil dari sebelumnya. Sepanjang perjalanan kami terus diingatkan melalui layar monitor untuk menjaga barang bawaan masing masing, lebih kusus dompet dan barang berharga lainnya. Banyak copet yang berkeliaran di sekitaran Eiffel namun berbeda dengan copet pada umumnya, disini mereka berpakaian rapi sehingga tidak bisa dikenali secara kasat mata.

Ketika sampai di puncak menara Eiffel, perasaan kagum tak terbendung saat melihat sebagian kota Paris dari ketinggian sekitar 300 Meter. Sejauh mata memandang, tampak seluruh bangunan berwarna sama yaitu kuning pudar dengan atap abu-abu. Semua perjuangan mulai dari antrian yang melelahkan sampai berdesak-desakan di pintu masuk terbayar sudah dengan keindahan dan kepuasan berada di titik ini, dimana impian untuk menginjakkan kaki di puncak salah satu keajaiban dunia bukan lagi mimpi. kini semua telah nyata: Gott Sei Dank.

Liburan di Paris

Pemandangan kota Paris dari menara Eiffel (1)

Liburan di Paris

Pemandangan kota Paris dari menara Eiffel (2)

Liburan di Paris

Pemandangan kota Paris dari menara Eiffel (3)

Liburan di Paris

Patung lilin Gustav Eiffel dan Thomas Alva Edison di puncak menara.

Tidak ada batas waktu bagi pengunjung, sepuasnya anda bisa menikmati berada di puncak menara Eiffel. Namun bagi wisatawan seperti kami ada beberapa hal yang memaksa untuk segera turun. Mengingat masih ada agenda selanjutnya tidak memungkinkan kami untuk terlalu berlama lama, yang penting ritual wajib harus dijalankan – kami menyebutnya Selfietology. (Lihat : Gallery Foto Menara Eiffel)

Liburan di Paris

Mengabadikan moment berdua di puncak menara Eiffel

Sekitar pukul 13.00 kami turun dari menara dan hendak melanjutkan perjalanan selanjutnya yaitu ke taman di samping Eiffel. Namun tiba tiba saja muncul pemberitahuan di kamera bahwa battery akan segera habis. Menyadari kesia-siaan suatu perjalanan tanpa adanya kamera, maka diputuskan dengan menyesal harus balik kanan ke hotel untuk men-charge kamera. Selang beberapa jam kemudian kami kembali ke Eiffel dengan misi selanjutnya ini yaitu mengabadikan foto sebanyak mungkin dan berburu souvenir.

Liburan di Paris

Paris Bears

Palais de Chaillot

Di penghujung perjalanan hari ini kami mengunjungi Palais de Chaillot. Bangunan megah yang artinya Istana Chaillot saat ini dijadikan museum dan terletak di seberang Sungai Seine, berhadapan langsung dengan menara Eiffel. Cukup dengan berjalan kaki kira-kira 20 menit dari Eiffel, sepanjang jalan anda akan menemukan para musisi jalanan dengan permainan musik yang indah khas music klasik Prancis.

Sayang sekali saat itu sudah larut malam, kami hanya bisa menikmati bangunan ini dari luar. Disini banyak sekali orang yang berfoto dengan latar belakang Eiffel. Salah satu titik terbaik untuk mengambil gambar Eiffel dari kejauhan dengan nyala lampu keemasan. Bahkan sejam sekali menampilkan atraksi lampu kelap kelip yang sayang untuk dilewatkan. Kamipun ikut mengabadikan moment malam yang romantis ini berlatarkan cahaya keemasan menara Eiifel dari gedung Palais de Chaillot.

Liburan di Paris

Palais de Chaillot

Liburan di Paris

Background menara Eiffel dari Palais de Chaillot

What a wonderful world !…

(BERSAMBUNG) Liburan di Paris (3) Arc de Triomphe, Musée du Louvre, Notre Dame, Montmartre.

Advertisements

4 thoughts on “Liburan di Paris (2) Tour Eiffel, Palais de Chaillot.

  1. Pingback: Liburan di Paris (5) Au Revoir | Memorabilia

  2. Pingback: Liburan di Paris (1) Bienvenue ! | Memorabilia

  3. Pingback: Jangan Membohongi Ibumu | Ilustrasi Rohani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s