Liburan di Paris (1) Bienvenue !

Ini adalah pengalaman liburan kami di Paris pada akhir musim panas 2014. Perjalanan dari kota Köln memakan waktu sekitar 5 jam menggunakan mobil, cukup untuk istirahat memulihkan kembali tenaga yang terkuras selama perjalanan sebelumnya dari Kota Bonn menuju Köln Hauptbahnhof sebagai titik pertemuan (Treffpunkt) dengan kendaraan yang kami tumpangi.

Bienvenue!

Setibanya di Kota Paris, suasana berbeda mulai terasa. Lalu lintas yang semrawut, pejalan kaki yang semaunya menyebrang, hingga sampah yang banyak terlihat di sepanjang trotoar – beberapa point minus dibalik kemegahan ibukota Prancis ini.

Kami turun tepat di pintu menuju Stasiun Metro Porte de la Chapelle. Sama seperti kota-kota lain di Eropa, Paris memiliki sarana transportasi public yang sangat lengkap mulai dari RER (sama seperti Regional Bahn di Jerman) untuk tujuan antar stasiun jarak jauh dengan rute yang panjang, Metro (Straβen Bahn di Jerman) untuk transportasi dalam kota dengan jalur bawah tanah, serta BUS untuk menjangkau lokasi yang tidak dilewati jalur Metro.
(Baca juga : Transportasi di Paris)

Rute Metro Paris merupakan salah satu yang paling rumit di dunia. Terdapat 14 linie yang dibedakan dengan angka 1-14 dan symbol warna yang berbeda-beda. Namun berkat persiapan yang matang sebelum keberangkatan, sepertinya kami tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan fasilitas ini. Buku panduan, peta atau semacamnya sangat disarankan untuk dibawa kemana mana mengingat sulitnya bertanya kepada orang setempat, bahkan para petugas pun seringkali tidak bisa berbahasa Inggris.

Bagi pengguna smartphone, tersedia aplikasi “Visit Paris by Metro” secara gratis di PlayStore/AppStore, cukup di Install dan dapat digunakan offline. Terbukti sangat berguna bagi yang ingin menjelajah kota ini dengan Metro. Contohnya untuk menentukan Metro nomor berapa yang harus kita pilih, cukup dengan memasukkan nama tempat dimana kita berada sekarang dan nama tempat tujuan kita. Secara otomatis akan muncul rute yang harus dilalui, lengkap dengan waktu tempuh, dan rute pejalan kaki.

Setelah selesai dengan urusan tiket, tujuan pertama kami adalah mencari hotel tempat kami akan menginap. Hotel ini sendiri sudah di booking jauh hari sebelumnya, terletak di Rue Biot, lokasi yang lumayan strategis karena tidak jauh dari stasiun Metro – Place de Clichy. Dari stasiun Porte de la Chapelle kami naik M-12 (metro nomor 12 – red) sampai di stasiun Pigalle untuk pindah ke M-2 yang akan lewat di stasiun tujuan kami yaitu Place de Clichy.

Sekitar pukul 6 sore tibalah di tempat perteduhan untuk 5 hari kedepan. Dengan harga yang tergolong murah untuk sekelas hotel di pusat kota, kami disambut oleh petugas receptionist yang ramah dan bisa berbahasa inggris. Setelah menyelesaikan administrasi, akhirnya kami terbebas dari beratnya koper, ransel, dkk. Yeeeaaahh… merdeka!

Menara Eiffel (1)

Bonjour Paris!

Petualangan dimuai… seperti yang sudah direncanakan sejak awal, sisa hari pertama ini akan digunakan menikmati cahaya menara Eiffel diwaktu malam. Kami turun di stasiun Champ de Mars Tour Eiffel setelah sebelumnya mengganti M-13 ke RER-C di stasiun Invalides.

Diperlukan waktu sekitar 15 menit jalan kaki dari pintu keluar stasiun untuk sampai di menara Eiffel. Dan setelah itu,. Setelah jalan kaki itu,. Setelah 15 menit itu,. Iya setelah itu,. Itu loh… apa yang terjadi pemirsa ? daaaan, apakah saya terbangun dan itu hanya mimpi ? hahaha lebay x_x

Liburan di Paris

Dreams come true

Menara Eiffel yang pertama kali saya melihatnya di RPUL kelas 1 SD, kini sudah ada di depan mata. Langit masih cukup terang, matahari sore mebuat Eiffel terlihat berwarna tembaga. Hampir sama dengan menara SUTET biasa, hehehe. Tepat dibawahnya mengular antrian untuk naik keatas menara. Terdapat empat pintu masuk, masing-masing mempunyai kategori tersendiri. Misalkan pengunjung yang sebelumnya sudah membeli tiket via online, tersedia pintu masuk khusus dengan hanya menunjukkan bukti pemesanan online. Ada juga pintu masuk untuk pengunjung yang ingin naik menggunakan tangga, selain tentunya pintu masuk dengan lift.

Kami memutuskan untuk tidak ikut mengantri untuk naik, karena melihatnya saja sudah lelah, apalagi harus berdiri berjam-jam dibawah rintik hujan yang masuk menembus sampai dibawah menara. Kebetulan saat itu memang sedang hujan, tapi tidak menghalangi niat kami untuk mengabadikan gambar di tempat (yang katanya) paling romantis di dunia. Hohoho.

(Lihat : Gallery Foto Menara Eiffel)

Sekitar pukul 9 malam dimana matahari mulai beranjak , keanggunan menara Eiffel tiba tiba bersinar dengan cahaya keemasan. Inilah moment paling ditunggu-tunggu siapa saja yang datang di malam hari. Bahkan sesekali menampilkan cahaya kelap-kelip selama beberapa menit.

Liburan di Paris

Mengabadikan cahaya kelap-kelip menara Eiffel

Ternyata selama ini sebutan tempat paling romantis memang benar adanya. Sepanjang mata memandang selalu ada saja pasangan yang berduaan sambil menikmati sedapnya cahaya keemasan menara eifel dengan secangkir ciuman hangat.

…Eiffel I’m in love… :*

(BERSAMBUNG) Liburan di Paris (2) Tour Eiffel, Palais de Chaillot.

Advertisements

4 thoughts on “Liburan di Paris (1) Bienvenue !

  1. Pingback: Liburan di Paris (5) Au Revoir | Memorabilia

  2. Pingback: Mitfahrgelegenheit : Rahasia murah keliling Jerman | Memorabilia

  3. Pingback: Ketiduran di dalam Gereja | Ilustrasi Rohani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s