Liburan di Paris (3) Arc de Triomphe, Musée du Louvre, Notre Dame, Montmartre.

Hari ketiga di Paris, matahari bersinar cerah. Daftar perjalanan hari ini : Arc de Triomphe, Museum Louvre, Katedral Notre Dame, Montmartre.

Arc de Triomphe

Dari stasiun Place de Clichy kami menggunakan Metro nomor 13 sampai di stasiun Champ Elyses Clemenceau untuk pindah ke Metro nomor 1 arah La Defense dan turun di stasiun Charles de Gaule Etoile. Ini adalah stasiun terdekat menuju ke Arc de Triomphe. Diperlukan waktu kira-kira 5 menit jalan kaki untuk sampai di terowongan penyeberangan menuju lokasi monument ini berada. Jangan sekali-kali menyebrang melalui jalan raya karena lalu lintas yang padat dengan kecepatan tinggi sangat membahayakan.

Arc de Triomphe ini sendiri merupakan salah satu monumen paling terkenal di kota Paris yang berada tepat ditengan persimpangan jalan raya berbentuk lingkaran. Menurut informasi, monument ini dibuat untuk mengenang jasa para pahlawan Prancis yang berjuang selama Revolusi Prancis dan perang Napoleon.

Dari seberang jalan disediakan terowongan dengan desain yang indah dan akan langsung menghubungkan kita tepat dibawah Arc de Triomphe. Tempat ini juga terkenal dengan api abadi yang pertama kali ada dalam sejarah dunia modern. Jika anda penikmat sejarah, di puncak monument terdapat museum yang bisa diakses melalui salah satu pintu yang disediakan. Kami pun hanya sekedar mengabadikan foto-foto sebagai bukti pernah menginjakkan kaki disini. (Gallery Foto Arc de Triomphe)

Liburan di Paris

Arc de Triomphe dari seberang jalan

Liburan di Paris

Arc de Triomphe dari seberang jalan

Liburan di Paris

Masih bersama kami.. hehe

Liburan di Paris

Api Abadi

Museum Louvre

Dari stasiun Charles de Gaule Etoile kami hanya perlu satu kali naik Metro yaitu nomor 1 arah Chateau de Vincennes dan turun di stasiun Palais Royal Musee du Louvre. Pintu keluar stasiun ini akan mengarahkan langsung didepan pintu masuk Musee du Louvre. Melewati gerbang masuk kita disambut dengan bau pesing yang menusuk, serta para pedagang kaki lima yang menawarkan makanan dan minuman serta souvenir menara Eiffel (#?*nah loh!).

Museum ini bertempat di istana Louvre yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke 12. Salah satu daya tarik dari tempat ini adalah bangunan piramida kaca yang berdiri megah di tengah-tengah halaman, Selain tentunya lukisan mbak Monalisa yang legendaris.

Saat itu pukul 12.00 – merupakan waktu yang tidak tepat untuk masuk dan menikmati isi museum ini. Jangankan untuk melihat lukisan mbak Monalisa, untuk antrian masuk kedalam saja sudah sangat panjang, sepertinya butuh waktu berjam-jam. Kamipun mengurungkan niat untuk bertemu si mbak Mona. Toh dari luar saja sudah bisa menikmati keindahan bangunan ini. Untuk sekedar foto-foto sudah lebih dari cukup. (Galery Foto Museum Louvre)

Jika anda memang berniat untuk masuk kedalam museum, disarankan untuk datang sedini mungkin. Meskipun nanti tetap akan mengantri, tapi tidak dibawah matahari terik siang hari. Tiket masuknya seharga 9€ per orang, kalau datang di malam hari harganya Cuma 6€. Bahkan kabarnya pihak museum menggratiskan tiket pada hari minggu pertama setiap bulan.

Liburan di Paris

Stasiun Metro Palais Royal Musee du Louvre

Liburan di Paris

Antrian masuk kedalam museum

Liburan di Paris

Piramida kaca

Liburan di Paris

Musee du Louvre

Liburan di Paris

Monumen di dekat Musee du Louvre

Katedral Notre Dame

Setelah puas berfoto ria di Museum Louvre, perjalanan dilanjutkan. Dari stasiun Palais Royal Musee du Louvre menuju stasiun St.Michel Notre-Dame sebenarnya bisa terhubung di stasiun Chatelet. Akan tetapi pada saat itu stasiun Chatelet sedang dalam perbaikan maka tidak bisa digunakan. Alternatifnya kita harus mencari titik persinggungan terdekat dengan stasiun St.Michel Notre-Dame tanpa harus turun di stasiun Chatelet. Kamipun menggunakan Metro nomor 7 dan turun di stasiun Jussieu kemudian melanjutkan dengan Metro nomor 10 dan turun di stasiun Cluny La Sarbone. Stasiun ini terintegrasi dengan stasiun St.Michel Notre-Dame. “Rumit!#$%/”, namun inilah seni membaca peta Metro dengan garis warna-warninya.

Dari stasiun, diperlukan waktu sekitar 10 menit dengan berjalan kaki untuk mencapai Katedral Notre Dame. Dari kejauhan terlihat dua menara besar mengapit bangunan gereja beratap runcing. Kedua menara ini terhubung oleh sebuah jembatan. Hati hati ketika menyebrang jalan, karena terkadang pejalan kaki tidak lagi mengindahkan lampu lalu lintas, serta sebaliknya pengandara mobil sering tidak menghargai pejalan kaki yang menyebrang.

Lagi-lagi kami harus mengurungkan niat untuk masuk kedalam Katedral Notre Dame, karena antrian yang sangat panjang berkelok kelok seperti sungai. Untuk diketahui, pengunjung dilarang menggunakan kamera saat berada di dalam. Setelah beberapa kali mengabadikan gambar di depan Katedral, kami beranjak menuju salah satu tempat yang sakral bagi pasangan yang mengunjungi Paris : Jembatan gembok Cinta,.. swiit swiit :*

Jembatan dengan nama asli Pont del’Archeveche menjadi salah satu jembatan paling terkenal di Paris, bahkan di dunia. Membentang diatas sungai Seine, tepat dibelakang Katedral Notre Dame. Hanya membutuhkan beberapa menit jalan kaki melalui samping kiri bangunan Katedral. Jembatan ini sendiri merupakan jalan kendaraan bermotor yang tidak terlalu besar. Disarankan untuk tetap berhati hati mengingat lalu lintas kendaraan yang cukup padat.

Kami sudah mempersiapkan dua buah gembok. Yang satu berwarna hitam dengan ukiran nama kami berdua, dan yang satunya gembok model bingkai lengkap dengan foto. Yeeeaaahhh.., Menurut legenda, pasangan yang mengunci gembok dengan tulisan nama mereka dan membuang kuncinya ke sungai Seine, maka cintanya akan abadi selamanya. Percaya tidak percaya, tidak ada salahnya mencoba ‘menggembok cinta’ di jembatan ini. Haha. (Gallery Foto Katedral Notre Dame)

Liburan di Paris

Katedral Notre Dame serta antrian didepannya

Liburan di Paris

Foto di depan Katedral Notre Dame

Liburan di Paris

Latar belakang : Jembatan gembok cinta

Liburan di Paris

Gembok lengkap dengan fotonya

Liburan di Paris

Sah !

Montmartre

Destinasi terakhir dihari ini adalah Montmartre yang berada di pinggiran kota Paris. Dari stasiun St.Michel Notre-Dame kami naik RER-C dan turun di stasiun Invalides. Selanjutnya dengan Metro nomor 13 kami menuju ke stasiun Place de Clichy untuk singgah sejenak di hotel. Dari stasiun Place de Clichy naik Metro nomor 2, hanya melewati beberapa stasiun kami sudah bisa mencapai Anvers, stasiun terdekat dengan Montmartre. Setelah itu jalan kaki dengan medan menanjak sekitar 20 menit untuk sampai di Basilika Montmartre – Puncak tertinggi kota Paris.

Kota yang kecil, antik, dan menawan. Atmosfer berbeda bisa dirasakan ketika berada di Montmartre. Sepanjang jalan berjejer kafe kafe bergaya unik dan klasik yang penuh dengan masyarakat Paris yang ingin menghabiskan malam dan sudah menjadi tradisi disini. Toko-toko yang menjual beragam souvenir buka hingga larut malam. Jika anda menginginkan souvenir berupa jam dinding dan sejenisnya, kaos, jaket, hingga syal, inilah tempat yang pas. Selain banyak pilihan juga murah. Tapi jangan membeli miniatur menara Eiffel disini, masih jauh lebih murah yang ditawarkan pedagang kaki lima.

Tiba di lokasi Basilika, kami dihadapkan dengan banyaknya anak tangga yang menanjak. Di ujung tangga tersebut berdiri kokoh bangunan gereja berwarna putih polos. Warna yang khas ini membuatnya terlihat mencolok dan elegan, hampir mirip bangunan gaya India (*menurut saya). Setelah browsing, ternyata gereja ini bernama asli Basilica Sacre Coeur yang artinya Basilika Hati yang Suci. Maka dari itu warna putih bersih selalu dipertahankan agar sesuai dengan namanya. Hehe, keren. (Gallery Foto Basilika Montmartre)

Hal penting yang harus diperhatikan bila anda berkunjung ke tempat ini : Sebisa mungkin hindari kerumunan orang hitam yang nongkrong di sekitaran Basilika Montmartre. Saya mempunyai pengalaman buruk diganggu oleh orang orang ini. Mereka tidak segan-segan memaksa pengunjung untuk membeli jualan mereka. Sekali lagi, hindari orang-orang hitam (“bukan rasis”). Jika merasa terganggu dengan tindakan mereka, jangan segan segan untuk teriak minta tolong kepada pengunjung yang lain. (Sepertinya disana tidak ada petugas keamanan).

Jika sudah puas menikmati pemandangan kota Paris dari atas bukit Montmartre, tidak ada salahnya anda berkunjung di pusat penjualan souvenir murah, tepat di belakang basilika. Cukup berjalan beberapa menit, sampailah di pusat keramaian Montmartre. Bermacam-macam hiburan ditawarkan disana, mulai dari kafe, restoran, bar, bahkan toko-toko murah meriah. Kamipun menyempatkan diri berbelanja souvenir hingga larut malam. Yeeeaahhaha. Tidak sabar menanti petulangan besok hari..

…Thank you God for a Wonderful day…

Liburan di Paris

Basilica Sacre Coeur

Liburan di Paris

Kami lagi 😀

Liburan di Paris

Cahaya romantis Basilika Montmartre

Liburan di Paris

Basilika Montmartre

(BERSAMBUNG)  Liburan di Paris (4) Disneyland

Advertisements

7 thoughts on “Liburan di Paris (3) Arc de Triomphe, Musée du Louvre, Notre Dame, Montmartre.

  1. Pingback: Liburan di Paris (5) Au Revoir | Memorabilia

  2. Pingback: Liburan di Paris (2) Tour Eiffel, Palais de Chaillot. | Memorabilia

  3. Pingback: Gallery Foto Arc de Triomphe Paris | Memorabilia

  4. Pingback: Gallery Foto Museum Louvre Paris | Memorabilia

  5. Pingback: Memorabilia

  6. Pingback: Memorabilia

  7. Pingback: Jam Tangan | Ilustrasi Rohani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s