Daylight Saving Time : Mengembalikan waktu yang dicuri.

Minggu, 26 Oktober 2014. Alarm di handphone berbunyi membangunkanku dari tidur yang nyenyak, sementara sinar matahari pagi menembus sela tirai jendela kamar : Ada yang berbeda hari ini!

Sebagaimana hari-hari sebelumnya di musim gugur, matahari baru akan muncul sekitar jam 8. Tapi sekarang masih jam 7 pagi sudah tampak terang diluar, apakah matahari yang terlalu semangat ?. Jam tangan dan jam dinding yang bergerak secara manual menunjukkan pukul 8.00 sedangkan jam di handphone saya yang diatur otomat menunjukkan pukul 7.00. Ja, Jawaban dari segala keanehan pagi ini adalah : Daylight Saving Time. Makanan ringan apa lagi itu Daylight Saving Time ? tentunya masih sedikit asing bagi kita orang Indonesia, soalnya di negara kita tidak mengenal istilah ini.

Daylight Saving Time (DST) mempunyai makna harafiah sebagai penghematan waktu pagi dan siang (jam efektif) dan merupakan kebijakan di Negara-negara yang mengalami 4 musim dalam setahun. Artinya di Negara-negara tersebut pada musim panas (sommer) waktu siang akan lebih panjang dari waktu malam. Sebaliknya memasuki musim dingin (winter) waktu malam akan lebih panjang dari waktu siang. Negara kita tercinta siang dan malam berbagi adil, masing masing 12 jam sepanjang tahun. Di Jerman pada musim panas (sommer) yang lalu matahari pagi bersinar mulai jam 5 dan nanti akan terbenam sekitar jam 10 malam. Sedangkan saat ini mendekati musim dingin (winter) matahari nanti muncul jam 8 dan pada jam 6 sudah gelap gulita.

Maka dari itu, para ahli perwaktuan menyepakati melakukan perubahan jam sebanyak dua kali dalam setahun yaitu saat memasuki musim panas dan saat memasuki musim dingin. Tahun 2014 ini DST (Summer time) di Jerman mulai pada hari Minggu terakhir bulan Maret yaitu tanggal 30 jam 02.00 dimajukan menjadi jam 03.00 dan berakhir pada hari Minggu 26 Oktober, hari ini. Jadi tadi pagi saat petunjuk waktu di handphone saya menunjukkan jam 02.59 sedetik kemudian berubah ke 02.00 alias mundur 1 jam dari waktu biasanya. Dengan begini saya bisa tidur lebih lama satu jam, dan yang terpenting yaitu waktu yang dicuri sudah dikembalikan. Hahaha

Sejarah yang saya baca, gagasan waktu musim panas pertama kali di praktikkan oleh Pemerintah Jerman pada waktu Perang dunia I antara 30 April dan 1 Oktober 1916. Tak lama kemudian Britania mengikutinya, yang mula-mula memberlakukan DST antara 1 Mei dan 1 Oktober 1916. Adapun salah satu tujuan diberlakukannya aturan ini adalah untuk menghemat energi listrik. Contohnya pada pagi hari saya biasa bangun jam 6 dan pada waktu tersebut langit masih gelap. Dengan dimundurkannya 1 jam berarti pada waktu yang sama saya bisa melihat langit menjadi lebih terang. Sehingga saya akan mematikan listrik yang tidak diperlukan selama 1 jam. Coba pikirkan jika penduduk di satu negara mematikan listrik selama satu jam, maka dapat menghemat energi dalam jumlah besar.

So… dengan dikembalikannya waktu yang dicuri, maka perbedaan waktu antara Jerman dan Manado (WITA) yang sebelumnya (musim panas) selisih 6 jam, mulai hari ini perbedaan kembali menjadi 7 jam lebih lambat…

Daylight saving time

Sommer Time, 30 Maret 2014. Dimajukan 1 jam.

Daylight saving time

Winter time 26 Oktober 2014, dimundur 1 jam.

Advertisements

9 thoughts on “Daylight Saving Time : Mengembalikan waktu yang dicuri.

  1. aduuh maapkaan baru sempat bw. >.< maklum emak2 rempong hahahah
    so glad, ada teman blogger Manado yang aktif *yiaaaay* apalagi cewek *dobel yiaaay* 😉

    Ealah, kita baru dengan ini istilaah,
    Jadi tadi pagi saat petunjuk waktu di handphone saya menunjukkan jam 02.59 sedetik kemudian berubah ke 02.00 alias mundur 1 jam dari waktu biasanya<< itu jam memang otomat ta undur ya?

    Salam kenal lagii.. asikkkk ada bacaan gretong about german ^.^

    Mau doong add fb, di Ranny Afandi n twitter @rannyrainy 😉 join Kawanua Blogger neh..

    • Wah senang sekali dapat kunjungan dari mbak Ranny, sesepuh blogger Manado. *langsung cepat beres-beres* bahasa Manado-nya : “Jangan tarukira, masih talimburang ksiang ini blog – anak baru”.

      Iya mbak, jam di smartphone memang langsung menyesuaikan dengan DST yang penting terconnect internet. sederhana kayak dari Manado terbang ke Jakarta, jamnya langsung otomat dari WITA ke WIB. Kira kira seperti itu.

      Salam kenal… mohon bimbingannya mbak.
      Dengan senang hati akan saya add. Salam buat si kecil Athar 🙂

      • Hallo,
        saya masih agak rancu nih sama kalimat ini:
        “contohnya pada pagi hari saya biasa bangun jam 6 dan pada waktu itu langit masih gelap. Dengan dimundurkannya waktu 1 jam, berarti pada waktu yang sama saya bisa melihat langit menjadi lebih terang…..”
        Waktu yang dimundurin kan pas Winterzeit ya, berarti kalau mundur, jadi jam 5. Atau mungkin aslinya jam 7 mundur 1 jam jadi jam 6, tapi bukannya masih gelap juga ya langitnya. Mungkin lebih bagus kasih contoh pas pergantian Winterzeit ke Sommerzeit, dengan dimajukannya waktu satu jam (yang berarti jam 6, aslinya jam 5), pasti langit lebih terang. Karena matahari udah terbit jam 5an dan penghematan energi memang dilakukan pas Sommerzeit.
        Maaf ya Bang, kadang saya juga masih bingung pas Zeitumstellung, ini maju apa mundur.

  2. makasih infonya,,,*kita juga kamareng herang bikiapa kong jam pake kase maju mundur lagi,maklum to masih norak, baru pertama kali dang kita tinggal di luar negeri*
    suami udah jelasin sih, tapi masih belom ngerti, pas baca postingan ini baru deh ngerti,,

    • Iya mbak Adhya, aku juga pertama kali begitu… hehe. Bagusan di Indonesia ya, tidak ada yang namanya maju mundur jam, hehe.
      Tapi memang penting juga ini DST untuk anak sekolah. kasihan kan harus ke sekolah jam 7 pagi sedangkan langit masih gelap gulita. dengan dikembalikannya sommer time, anak anak ke sekolah sudah terang 🙂 *horeee*

  3. makasih udah mampir ya sobbb!!

    wah wah…..sumpah ini informasi baru buat saya yang belum pernah melancong ke luar negeri hehehehehe…………..

    salam kenal dari Bali teh Island of God!!

    • Iya sob, makasih juga udah mampir disini.. suksme 🙂

      Senang sekali jika informasi ini boleh berguna, sukses selalu ya…
      Di kota tempat aku tinggal banyak sekali teman-teman dari Bali. Kalau boleh tahu gimana pendapatnya bli Jhonisugiarta soal rencana reklamasi teluk Benoa ? semoga suatu waktu bisa berbincang bincang. mohon petunjuk. hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s