Aupair = Anugerah

Mungkin banyak yang masih bertanya-tanya : Aupair itu apa sih ?

Kata Aupair sendiri berasal dari bahasa Prancis yang artinya timbal balik yaitu saling memberi dan menerima. Saya mendefinisikan Aupair sebagai suatu program adaptasi bagi anak muda pria maupun wanita dari suatu negara tertentu yang ingin tinggal di negara lain dengan tujuan untuk mempelajari bahasa, budaya dan kebiasaan masyarakat di negara tersebut.

Adapun selama masa adaptasi ini seorang aupair tinggal dengan keluarga asuh (Gastfamilie) dan menjadi bagian dari keluarga tersebut. Segala kebutuhan hidup seorang Aupair menjadi tanggung jawab Gastfamilie sebagaimana mereka menghidupi anggota keluarga sendiri.

Jadi gambaran sederhananya seperti ini :

Saya adalah pemuda dari Indonesia yang berkeinginan untuk melanjutkan study Master (S2) di Jerman. Syarat mutlak untuk masuk program Master Universitas manapun di Jerman bagi orang asing (ausländer) yaitu harus memiliki kemampuan bahasa Jerman setingkat C1, dan lulus ujian DSH (Deutsche Sprachprüfung für den Hochschulzugang). Kedua syarat ini harus diambil di Jerman. Jadi singkat cerita sebelum masuk kuliah Master di Universitas, saya harus menempuh sekitar satu tahun lamanya untuk mempersiapkan kemampuan bahasa jerman melalui Sprachschule (Sekolah Bahasa).

Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi syarat tersebut. Mulai dari biaya hidup selama satu tahun, biaya kursus bahasa sampai level C1, serta yang paling mengerikan yaitu Sperrkonto sebesar 8040 Euro per tahun. Bagi seorang yang berasal dari keluarga sederhana seperti saya sepertinya tidak ada harapan lagi untuk menuntut ilmu di Jerman.

Hingga suatu ketika datanglah mujizat dimana saya diperkenalkan dengan yang namanya program Aupair (saya menyebutnya anugerah). Betapa tidak, melalui program Aupair ini saya diberikan kesempatan selama satu tahun tinggal bersama-sama dengan keluarga asli Jerman, biaya sekolah bahasa ditanggung, disediakan tempat tinggal, segala macam fasilitas (standard sih untuk ukuran Jerman tapi bagi saya orang Indonesia itu semua tergolong sangat mewah), urusan makan-minum ditanggung, bahkan diberi uang saku (taschengeld) 260 Euro per bulan, serta masih banyak lagi kelebihan-kelebihan lainnya.

Sampai pada titik ini saya semakin meyakini bahwa segala sesuatu tidak ada yang mustahil. Ketika kita berdoa dan percaya, maka mujizat itu nyata !

Selanjutnya timbul pertanyaan, apa yang harus dilakukan seorang aupair kepada Gastfamilie yang sudah memberikan banyak sekali bantuan ?. Jawabannya sederhana, selayaknya anak dalam rumah tangga, tentu kita harus membantu orang tua kita. Dalam hal ini selama satu tahun masa aupair saya diminta untuk menjadi teman sekaligus kakak bagi ke-4 anak dalam keluarga ini. Mereka masing-masing berusia 9, 10, 12, dan 15 tahun.

Sungguh luar biasa Anugerah Tuhan yang dinyatakan melalui program Aupair.

Aupair di Jerman

Bersama Gastfamilie di Jerman

Advertisements

62 thoughts on “Aupair = Anugerah

  1. wah saya baru tau loh kalau ada program gastfamilie gini,,beruntung ya,,tapi adaptasinya gimana tu?tinggal dgn orng yg belum pernah kenal sama skali tp harus dianggap keluarga sendiri? 🙂

    • Iya mbak Adhya, syukurlah gastfamilie dan keluarga besarnya disini baik-baik, jadi tidak susah adaptasinya. Saya aupair ke-3 yang pernah tinggal dengan mereka, jadi tampaknya mereka sudah mengerti bagaimana perasaan seorang aupair. ciiee… Yang paling penting sih kepercayaan…

  2. Pingback: Keindahan Alam dan Budaya Bavarian | Memorabilia

  3. Kemarin dang waktu review novel, setting kan di Jenewa, ada Aupair juga di sana ya. Mungkin berlaku di Eropa sto kang. Sama juga di cerita, si tokoh tinggal dengan seroang family, dibiayai dan dapat uang saku juga heheheh

    Ceritaaaa lebih dong tetang family yang tinggal jadi gastfamili 😀

    • Oh iyo ? hehe, keren kang di Swiss. Aupair ini di seluruh dunia mbak, banyak juga orang Indonesia yang aupair di Amerika deng Australia, nda cuma di Eropa.
      Mungkin beberapa hari kedepan stow baru mo posting cerita keluarga disini.. so menumpuk numpuk ni ide, mar kesempatan belum ada. haha kurang jaga pake nomor antrian mo posting 😀

  4. Susah ya cari GF yg mau nrima au pair cwo. Saya sampai skrg masih cari GF di jerman. Tolong saran dan advice. Semoga bisa saling share pengalaman. Thanks. Gbu^^

  5. Liberty seru bangett cerita kehidupan au pair kamu. Aku baru tau ada program ini pas udah di Amerika. Pernah tertarik mencoba tapi gak kesampean haha…mereka biasanya gak mau lebih dari satu tahun ya? Eh btw kamu manado ya, keluargaku dulu tinggal di sana karena tugas papi..di kota sario depan gereja hahaha

  6. Halo kak Liberty,

    Nggak sengaja nemu ttg au pair lg, dan kali ini website mu :D. Kak Liberty udah punya background bahasa Jerman ya waktu daftar di websitenya? Belajar di mana? Berapa lama? Makasih 🙂

    • Hallo Justin… makasih sudah berkunjung.
      Awalnya tidak tahu sama sekali bahasa jerman tapi punya kemauan besar buat lanjut kuliah di Jerman. Solusinya ya jadi Aupair biar bisa belajar bahasa langsung di negaranya juga adaptasi dengan budaya dan kebiasaan orang sini 😀 Nah untuk mendaftar jadi aupair diperlukan setidaknya level bahasa A1. Itu sekitar 3 bulan kursus sepertinya cukup..

  7. Salam kenal Liberty… Aku dulu tahun 2001 juga jadi aupair di Versailles, Prancis, ngurusin 3 anak umur 5, 2 dan 6 bulan (pas aku datang). Pengalaman yang sangat mengesankan dan berguna, penuh suka dan hampir gak ada duka… Sekarang mantan anak asuhanku yang paling gede udah kuliah di Sorbonne… berasa tua nih eike, hihi….

      • Kapan2 ya aku ceritain… Pokoknya seruu 🙂 Aku beruntung banget karena dikasih studio apartemen sendiri (di gedung lain tapi di jalan yang sama dengan apartemen aupair famille-ku), terus kerjanya juga nyantai, cuma nganter anak2 ke daycare dan sekolah jam 9, terus jemput yang bayi jam 2, jemput lainnya jam 4, main, nyiapin makan malam, terus jam 6 ibu mereka udah pulang dan aku udah free. Rabu, Sabtu, Minggu libur. Setiap Rabu kursus bahasa Prancis, Sabtu Minggu jalan2… Aku setelah selesai program aupair cuma nginep 2 minggu di Belanda terus pulang karena gak ada keinginan tinggal lebih lama di Prancis (waktu itu ada pacar, hehe), tapi ada juga temen yang akhirnya sampe sekarang menetap di sana…..

      • Luar biasa ya mbak… senang bisa kenal senior aupair. Tapi komunikasi dengan bekas keluarga aupairnya masih lancar kan ?. pokoknya bersyukur sekali bisa tau dan ikut program aupair ini. kapan lagi bisa tinggal diluar negeri dengan keluarga baru dan dijamin kesejahteraannya.., hohoho. makasih sudah berbagi, sukses buat mbak sekeluarga !

      • Sekarang udah jarang komunikasi, tapi masih keep in touch lah lewat FB. Bener, aku juga bersyukur banget bisa tau dan ikut program aupair… Betul, tinggal di luar negeri dengan keluarga asli sana itu beda banget dengan kalo kita cuma ke luar negeri sebagai turis…. Sukses juga buat kamu, Liberty 🙂

    • Hallo mba citramanica dan mas liberty, saya sedang proses untuk menjadi au pair di amerika melalui gratisaupair.com dan Host family saya menggunakan au pair agency yg bernama interexchange.org, apakah kedua web tersebut dapat dipercaya dan bagaimana membuktikannya? Saya masih ragu solanya, hehe

  8. Salam kenal mas Liberty, mau nanya nih.
    Dulu waktu ngurus segala tentang Au Pair ke Jerman ngurus sendiri apa lewat agent?
    Minta sarang dong. Makasih 🙂

    • Hallo Marta, salam kenal. Dulu saya mengurus segala sesuatunya sendiri. Saya sarankan juga sebaiknya tidak perlu lewat agen. Tidak sulit kok, yang penting sabar, kalau sudah ketemu keluarga aupairnya, jalin terus komunikasi nanti mereka juga bantu dari sana 🙂

      • Hallo, sy skg sudah aupair di Jerman lho 🙂 makasih ya infonya membantu sekali. Skg sy tinggal di Apen 26689, Niedersachsen. Rencana setelah aupair pgn kuliah. Tp nunggu kumpul 8040€ dl hehe. oiya klo abis aupair lsg Ausbildung gitu gmn ya mas Liberty? Lebih gampang mana urus visa FSJ ato visa Ausbildung? Ceritain sedikit dong ttg FSJ mas Liberty skg. Terima kasih 🙂

  9. haloo sodara Liberty.. keren banget namamu 🙂
    saya sudah 29 tahun dan kalo dilihat rata2 batas au pair itu 26 tahun.. hiks 😦
    kira2 kita sama menggunakan au pair sebagai batu loncatan.. nah yang ingin saya tanyakan adalah bukankan visa au pair dan visa study itu berbeda? apakah setelah selesai masa kita menjadi au pair bisa kita perpanjang/dirubah? menjadi visa study? lalu bagaimana dengan deposit senilai 8040 euro itu? karena jika dihitung 260, uang saku yg kita peroleh di kali setahun manalah cukup?
    sebelumnya terimakasih ya, semoga kamu sukses disana dan cita2 bersekolah di Jerman terwujud.. Amin 🙂

    • Hallo saudari Maria, salam kenal. terima kasih atas kunjungannnya di blog saya. Aupair seakan menjadi batu loncatan juga jembatan yang menghubungkan kita dengan cita-cita untuk study di Jerman. Benar, visa aupair dan visa Study itu berbeda. Sampai saat ini untuk bisa mendapatkan visa study, seseorang harus memiliki kurang lebih 8040 euro sebagai akun Bank yang di blokir (Dalam hal ini menjadi jaminan bahwa kita bisa hidup layak selama satu tahun di Jerman).
      Nah atas alasan itulah saya menjadi aupair, karena untuk visa aupair tidak mengharuskan adanya Block account ini. Untuk merubah visa dari aupair ke visa Study bisa dilakukan selesai kontrak aupair dengan catatan uang senilai 8040 euro ini sudah kita miliki. Alternatif lainnya yaitu meminta keluarga aupair untuk menjamin kehidupan kita di Jerman sebagai student. kurang lebih seperti itu Maria 🙂
      Terima kasih, sukses selalu untukmu !

  10. Hai ka. Great blog!
    Mau nanya ka, sekarang apakah kaka sudah menyelesaikan aupair dan sedang mengambil master di jerman? Sy juga berencana utk ikut aupair tahun depan setelah lulus ujian level A1. Daaaan setelah ikut aupair juga berencana pingin ambil master di jerman.
    Kalo baca blog kk kan les bahasa jerman tanggungan biaya les sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Nah seandainya biaya sendiri, itu biasanya brp ya?
    Oya btw dulu kaka brgkt aupair, bhs jermannya udah level brp? Kalo seandainya saya beres A2 di indonesia, apakah sy tinggal melanjutkan B1 di jerman?

    • Hallo Irene, makasih 🙂
      Bulan Maret yang lalu aku sudah menyelesaikan satu tahun masa aupair 🙂 sekarang lagi melanjutkan dengan program FSJ. Semoga tahun depan bisa masuk Uni. Biasanya kursus bahasa sudah menjadi kewajiban Gastfamilie untuk Aupair-nya, tapi kalaupun memang ada keluarga yang tidak menanggung kursus bahasa dan terpaksa si Aupair harus membayar sendiri, harganya bervariasi. Umumnya tempat kursus Privat akan jauh lebih mahal, tetapi ada yang namanya VHS, di setiap kota pasti ada VHS, kayak sekolah rakyat, termasuk kursus bahasa Jerman bagi orang asing. Disana harganya murah tetapi kualitas prima. Rata-rata sekitar 300-400an Euro per level.
      Waktu aku berangkat ke Jerman, level bahasa masih setingkat A2. Nanti dilanjutkan kursusnya di Jerman, bisa langsung masuk B1.
      Semangaaaaaat ya! sukses selalu.

  11. hallo kak Liberty! salam kenal yah kak. aku anak sastra Jerman Unpad. pengen juga coba Aupair di Jerman. kira2 sulit ga yah saat komunikasi langsung dengan orang asli jermannya apalagi ke anak2nya? minimal jerman kita tingkat berapa yah? A1 cukup? makasih kak. sukses selalu!

    • Hallo Vina! salam kenal 🙂 wah keren anak sastra Jerman ternyata, hehe. Memang akan sedikit berbeda ketika kita berbicara langsung dengan pemilik bahasa asli (orang jerman) apabila kita hanya mempelajari teori. Menurut saya pribadi, kapasitas tingkat bahasa yang kita capai saat di Indonesia akan turun satu tingkat saat berada di Jerman. Artinya untuk bisa berkomunikasi setingkat A1 di Jerman, minimal kita harus sudah ada di tingkat A2 saat masih di Indonesia. Tapi dengan latihan yang rutin dan kemauan yang besar, semua akan terasa mudah. semangat ya… sukses selalu!

  12. Halo bang, saya juga berencana untuk lanjut S2 di Jerman. Saya baru lulus S1 dan berencana untuk ambil Sprachschule di sana langsung dan ada keluarga yg tinggal di sana. Karna kasusnya sama, apa boleh saya minta kontak/e-mailnya untuk sharing dan tanya2?? E-mail saya jonnzz28@gmail.com. Thx bang. Gbu!

  13. Kak, perkenalkan nama saya Kevas dari Bogor, saya juga tertarik dengan program aupair ini. Saya ada pertanyaan, program aupair kan hanya setahun. Dari kapan kakak mulai mengikuti program ini dan selesai kapa?? Setelah aupair tujuan selanjutnya kakak kemana?

  14. Hallo Liberty, salam kenal yaa. Jadi inget beberapa tahun lalu sy jadi AuPair di München. Hanya setahun dan kemudian balik ke tanah air. Pengalaman yang berkesan dan sampai sekarang Gastmutter saya masih suka WA-an sama saya 🙂 sukses bwat studi kamu yaa dan semoga cita2 kamu terwujud dalam waktu dekat!

    • Hiii Arbiyanti. Salam kenal 🙂 kereeen ya aupair di München. Tapi sayang kok kembali sih ? gak punya niat kembali meniti karir di Jerman ? kesempatannya besar sekali kalau sudah punya pengalaman jadi aupair.

  15. Hai Kak Liberty,
    Duhh seneng nya bisa jumpa blog ini, mau tanyak tentang aupair nii..?!
    Saya setelah tamat SMA ini ingin aupair ke jerman, saya laki-laki, tapi saya paling suka di rumah beres2 rumah gtu, apalagi jaga anak kecil.. Tapi saya gak bisa masak, trus saya laki2 itu gmna kak???
    Mohon bantuan nya ya kak

    • Hallo Khairu Anwar! jangan ragu untuk ikut program Aupair hanya karena kamu laki laki. Saya juga kenal banyak teman laki-laki yang sedang ataupun sudah selesai ikut aupair. Sekalipun tidak mahir masak, pasti ada banyak kemampuan kamu yang bisa bermanfaat buat keluarga di Jerman nanti. Ayo coba !

  16. Siang ka,sorry mau tanya.. ka liberty jd au pair di website mana yah> aku udh cba bbrpa website trs di kasih kaya file untuk aku ttd tp sampe skrg blm ada yang nyantol

  17. Hi Liberty,
    Seneng deh baca tulisanmu yang selalu semangat 😉
    Apalagi banyak dari tulisanmu juga bermanfaat untuk orang lain (y)

    Dengan Aupair jadi banyak pengalaman dan mengenal kebiasaan orang Jerman ya, banyak point lebih deh saat nanti Liberty melanjutkan kuliah di Uni. Semoga sukses yaaaa….

    • Hallo mbak, terima kasih. Iya dengan jadi aupair kita akan lebih mengenal budaya dan kebiasaan hidup orang Jerman, karena kita berkesempatan untuk tinggal langsung dengan keluarga asli disini. Bersyukur ada program seperti ini.

  18. Kak, saya mau nanya… Saya kan masih sekolah SMAN, nah saya blom menguasai bhs.jerman… Saya tertarik dengan upair untuk batu loncatan saya untuk melanjutan studi s1 saya, bagaimana solusi saya bisa jadi upair, sedangkan les atau bimbel di daerah saya tidak ada bhs.jerman….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s