Cara orang tua di Jerman melindungi anak dari Internet

Tidak ada habis-habisnya mebicarakan soal internet dengan segala kegunaan serta kemudahan yang dihadirkannya. Saya sendiri baru mengenal internet sekitar tahun 2008. Boleh dikatakan agak terlambat dimana banyak teman teman sebaya sudah aktif menggunakan yahoo messenger, MIRC, juga MIG33, saya nanti tertarik untuk masuk dunia maya setelah muncul paradigma ABG labil waktu itu bahwa “tidak gaul kalau tidak punya Friendster”.

Ya, Friendster! Nenek moyang dari segala jenis jejaring sosial itulah yang merubah perilaku sebagian besar generasi muda. Friendster juga yang menjadi penyebab bangkrutnya rental-rental playstation pada masa itu, berganti ke era kejayaan bisnis warnet, Hehehe. maklum saya hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak ABG yang termakan euforia internet melalui media sosial. Fenomena ini berlanjut hingga sekarang sekalipun Friendster telah lenyap dari dunia maya, namun melahirkan generasi penerusnya yaitu Facebook, Twitter, bahkan pendatang baru seperti Instagram dan Path.

Cerita petualangan saya di dunia maya mungkin akan dibahas lain waktu. Postingan kali ini menyangkut cerita unik namun mengandung informasi bermanfaat yang saya dapatkan sejak tinggal di Jerman. Sebenarnya sudah sejak lama ingin saya tulis di blog, namun kendala waktu dan tumpukan ide yang mengantri untuk diposting, mengakibatkan topik ini terus saja tertunda dan tersimpan rapi di draft otak saya,, haha.

Hingga akhirnya kemarin membaca di group Facebook komunitas Kawanua Blogger tentang ICT Watch melalui program Internet Sehat yang mengadakan semacam lomba blog dengan tagline “50 Domain .ID Gratis untuk 50 Blogger Peduli Internet Indonesia”. Kegiatan ini dalam rangka melanjutkan edukasi dan pemahaman yang lebih luas tentang apa dan bagaimana sebaiknya berperilaku di ranah maya. Sayapun tertarik dan mencoba mengkombinasikan cerita dan informasi yang memang ingin saya tulis di blog ini dengan tema dari kegiatan tersebut.

Kebetulan sekali keduanya mempunyai satu benang merah, yaitu bagaimana menjaga keselamatan anak dan remaja di ranah maya. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa di Hannover saya tinggal bersama Gastfamilie yang memiliki 4 orang anak masing masing berusia 9, 10, 12 dan 15 tahun. Keempat-empatnya adalah perempuan dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi, sebagaimana anak-anak Jerman pada umumnya.

Salah satu yang menjadi perhatian orang tua mereka adalah akses internet. Untuk diketahui, di rumah mempunyai fasilitas WLAN yang bisa diakses kapan saja dengan kecepatan lumanyan tinggi. Memang pekerjaan dari ibu (Gastmutter saya) sangat berkaitan dengan dunia Internet. Dia bekerja di salah satu lembaga sosial dan bertugas untuk mengatur segala administrasi melalui website mereka. Otomatis layar komputer sepanjang hari hidup dan terkoneksikan internet.

Maka menjadi sangat penting untuk melindungi anak-anak agar tidak tersesat dalam dunia internet pada masa-masa tumbuh dan kembang mereka dari kanak-kanak menuju remaja. Berikut ini beberapa cara yang dilakukan orang tua dalam melindungi keempat anak mereka terhadap pengaruh buruk Internet. Semoga bisa menjadi informasi yang berguna dan memberikan gambaran kepada kita orang Indonesia bagaimana seriusnya perhatian orang tua di Jerman terhadap perkembangan anak-anak mereka berkaitan dengan dunia maya.

 

1.Menempatkan komputer di ruang kerja

libertymr.wordpress.com

Ruang kerja di rumah kami

Di Büro (ruangan kerja) terdapat PC dan Laptop yang bisa digunakan oleh semua anggota keluarga yang memerlukannya, termasuk anak-anak. Tidak diizinkan sama sekali untuk membawa laptop ke kamar pribadi maupun ke ruang keluarga. Dengan begini penggunaan komputer dan laptop serta aktifitas berselancar di dunia maya bisa dengan mudah dimonitor oleh orang tua, bahkan ruangan kerja ini diawasi oleh kamera CCTV satu kali 24 jam. Yang ada di pikiran saya adalah betapa seriusnya mereka mengawasi gerak-gerik anak dalam menggunakan internet hingga harus menempatkan kamera pengawas. (sampai segitunya loh, bukan main!)

 

2. Membuat aturan

libertymr.wordpress

Aturan yang ditempel di ruang kerja

“Aturan untuk penggunaan Internet :

1. Jauhi semua yang ilegal

2. Tolong jangan klik iklan 😀

  • Hände weg von allem Illegalen (Jauhi semua yang illegal)

Sebagaimana yang pernah dijelaskan si orang tua ini kepada keempat anak anaknya, bahwa yang termasuk illegal dalam internet antara lain :

Download apapun dari internet

libertymr.wordpress.comIni adalah hal yang banyak kali saya lakukan di Indonesia, ketika ada lagu maupun film yang dianggap menarik dengan mudahnya bisa di download secara gratis lewat internet. Terdapat pula banyak situs-situs yang menyediakan file-file up to date berbagai jenis seperti 4sared, stafband, mp3rid, gudng lagu, dkk.

Namun disini, download apapun bagi anak-anak sangat dilarang. Entah itu file music, film, gambar, pokoknya semua aktifitas mengunduh dilarang untuk dilakukan. Mungkin mengantisipasi jangan sampai anak-anak mengunduh file dengan hak cipta, karena mereka belum bisa membedakan mana file yang legal dan mana yang dilindungi hak cipta.

Upload File di Internet

libertymr.wordpress.comHampir sama dengan download (mengunduh), upload (mengunggah) file ke Internet sangat beresiko. Apalagi jika file yang di unggah merupakan karya orang lain. Jerman merupakan negara yang sangat ketat aturannya menyangkut perlindungan hak cipta. Seseorang yang terbukti menyebarkan file (file sharing) milik orang lain yang dilindungi hak cipta akan dikenakan denda dengan jumlah besar.

Dibanding mengunduh, mengunggah file dengan hak cipta mempunyai resiko yang jauh lebih besar. Apalagi menggunakan aplikasi file sharing semacam Torrent, sebisa mungkin harus dihindari ! (coba baca pengalaman mahasiswa Indonesia yang bermasalah dengan Torrent : Memakai Internet di Jerman – do and don’t! )

Sejak dini orang tua di Jerman mengajarkan kepada anak-anak mereka agar menghargai karya orang lain. Untuk mendengarkan music maupun film terbaru kebanyakan mereka membeli langsung CD/DVD yang original.

Mengakses situs mengandung muatan pornografi

anti-pornSebenarnya pendidikan seks bagi anak-anak di Jerman bukan lagi hal yang tabu. Orang tua tidak segan segan untuk menjelaskan kepada anak-anak tentang apa itu seks, bahwa laki-laki dan perempuan melakukan hubungan seks untuk memperoleh keturunan, dan bagaimana remaja menyikapi masa-masa pubertas dan rasa ingin tahu tentang seksualitas. Tapi tidak melalui Internet !. “Anak-anak dilarang sama sekali mengakses situs-situs yang mengandung unsur-unsur pornografi karena hanya akan merusak mental dari mereka” kata ibu dari keempat anak ini.

Menggunakan Media Sosial

Facebook und twitterKecuali anak yang tertua (15 tahun), ketiga adiknya masih belum diperbolehkan menggunakan media social seperti Facebook, Twitter, dll. Alasannya karena mereka masih belum mampu menyaring informasi yang begitu banyak bertebaran di media social. Bisa jadi informasi itu baik, namun bisa juga informasi yang ada di media social belum pantas untuk anak-anak seumuran mereka.

Bermain game

Game onlineNah, dalam hal bermain game anak-anak pada waktu-waktu tertentu bisa sepuasnya bermain game tapi bukan di Internet alias game online. Mereka bisa menjalankan permainan yang sudah di install di Komputer. Pernah seorang anak tidak mengindahkan peraturan ini dan tetap saja bermain game online. Ketika didapati ibunya langsung dihukum dua minggu tidak boleh main komputer dan nonton TV. Orang tua di Jerman tidak segan-segan memberikan hukuman seperti ini kepada anak-anaknya supaya menimbulkan efek jera.

 

  • Bitte Nicht auf die Werbung klicken (Tolong jangan klik iklan)

Untuk aturan kedua ini setelah bertanya kepada si ibu, dia menjelaskan bahwa banyak sekali iklan di Internet yang menjebak. Dia saja seringkali terjebak pada iklan-iklan yang bertebaran di situs-situs tertentu. Lebih baik hindari, apalagi anak-anak, jangan sekali kali mengklik iklan.

Ya, salah satu yang menjengkelkan selama menggunakan internet di Jerman yaitu banyaknya iklan-iklan yang mengganggu. Baik itu berupa pop-ups maupun iklan yang terbuka secara otomatis di new windows tanpa kita kehendaki (saya tidak tahu apa namanya iklan jenis ini).

Pengalaman anak-anak pernah mengklik iklan dengan alih-alih permainan berhadiah. Ketika itu muncul layar iklan dengan berbagai jenis handphone canggih dan tinggal di klik mana yang disukai. Namun ternyata itu hanyalah jebakan untuk masuk ke situs mereka.. huuhh.. Makanya saat ini selalu diingatkan untuk tidak mengklik iklan apapun di internet.

Iklan yang menjebak di Internet

Iklan yang menjebak di Internet

 

3. Membatasi waktu penggunaan internet

libertymr.wordpress

Aturan waktu penggunaan Internet

Berapa umurmu ?

Anak-anak dan remaja dari umur 7 sampai 11 tahun : 1 jam

Remaja 12 tahun keatas : 1 jam 30 menit

Remaja 15 tahun keatas : 2 Jam

Peraturan ini saya rasa sudah sangat jelas untuk membatasi anak-anak dalam menggunakan Internet. Menggunakan Internet secara berlebihan akan membawa dampak buruk bagi anak.

 

4. Mengecek History browser

thowbMengecek riwayat situs yang dimasuki anak-anak setelah mereka menggunakan internet adalah hal yang selalu dilakukan sang ibu. Hal ini sangat berguna dalam mengawasi aktifitas online anak-anak. Diapun selalu mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak menghapus riwayat browser, jika didapati menghilangkan jejak situs yang dikunjungi maka akan diberikan hukuman.

 

5. Menjadi teman si anak di dunia maya

add friendPoint ini berlaku untuk anak tertua yang sudah bisa menggunakan media social Facebook. Kebetulan sang ibu juga tergolong ‘eksis’ di dunia maya, jadi kapan saja dia bisa stalking ke profil si anak untuk memantau gerak geriknya, hehe bagus juga trik ini. Tidak jarang sang ibu mengkritik langsung foto profil maupun status-status yang dianggap tidak bagus.

 

6. Diskusikan dengan anak-anak

(ilustrasi) diskusi orang tua dan anak

(ilustrasi) diskusi orang tua dan anak

Menjadi sesuatu yang penting untuk mendiskusikan tentang apa yang dilakukan anak selama membuka Internet. Memang kebiasaan di keluarga ini bahwa setiap makan siang anak-anak harus menjelaskan secara detail apa saja kegiatan yang dilakukan selama di sekolah, pelajaran apa yang diterima, guru siapa yang mengajarkan, dan lain lain. Begitu juga pada saat makan malam, anak-anak harus menjelaskan apa saja aktifitas yang dilakukan sepanjang siang hari, termasuk jika mereka menggunakan internet.

 

Inilah beberapa cara yang dilakukan Gastmutter dalam memproteksi anak-anaknya dari pengaruh buruk internet. Berbeda dengan sebagian besar orang tua di Indonesia termasuk orang tua saya. Terus terang sejak remaja saya tidak pernah dibatasi untuk mengakses internet, tinggal bagaimana saya pribadi yang harus pinter-pinter menyikapi kemajuan teknologi ini, ciiyyeee. Hahaha, tapi terkadang saya juga suka tersesat di belantara dunia maya. uupps!!!

Maka dari itu perlu adanya penanaman etika dalam berselancar di internet, baik itu menyangkut pergaulan di media sosial, bahkan bagaimana menghargai hak cipta orang lain dengan tidak sembarangan melakukan unggah dan unduh file. Sebagai pedoman, situs Internet sehat telah mebuat e-Book gratis (sekali lagi GRATIS) yang sangat jelas membahas tentang bagaimana ber-Internet yang aman, nyaman dan bertanggung jawab. Silahkan klik disini untuk download. Sangat disarankan untuk membacanya agar bisa lebih mengerti seluk beluk dunia Internet dan bagaimana menyikapinya.

Semoga dengan informasi ini bisa menjadi gambaran bagi anda orang tua bagaimana melindungi anak-anak agar lebih bijak dalam menggunakan Internet.

libertymr.wordpress.com

Orang tua mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan Internet

libertymr.wordpress.com

Ini foto selfie saya dengan latar belakang anak anak yang lagi asyik berselancar dunia maya… hahaha

 

Salam hangatku dari tepian Mittellandkanal Hannover.

 

Advertisements

9 thoughts on “Cara orang tua di Jerman melindungi anak dari Internet

  1. Iklan itu bisa di block ko. Situs-situs yg bisa dibukapun bisa diatur. Dulu suamiku ngunci website dg kata kunci tertentu trus aku ngomel lah spt anak kecil aja kan aku sdh dewasa haha trus sekarang bebas bisa buka apa saja, tp klo nanti anakku sdh bisa pakai komputer ya kali ortunya akan membatasi situ2 apa saja yg bisa dibuka.

    • Iya mbak Nella, setahu saya juga bisa diatur masalah iklan itu. Tapi yah mungkin maksudnya supaya lebih aman tidak dibuka oleh anak anak. Banyak juga kok aplikasi buat filter situs-situs yang tidak dikehendaki 🙂

    • Hallo mas Alid, terima kasih sudah mampir. Seperti itulah disini mas, orang tua sangat protektif dalam hal penggunaan internet, namun disisi lain ada beberapa hal malah si anak dibiarkan bebas. Masing masing negara mempunyai budaya dalam mendidik anak anaknya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s