Liburan di Milan Italia: Duomo Milano & Galleria Vittorio Emanuele II

Hallöle…

Senang bisa kembali menulis tentang pengalaman traveling saya bersama Marla, setelah sekian lama disibukkan dengan segala aktifitas di dunia nyata. Tujuan wisata musim panas tahun ini yaitu Milan Italia. Padahal niat untuk ke Milan belum terpikirkan sebelumnya, karena sampai satu bulan menjelang waktu liburan kami sudah sepakat untuk ke Amsterdam Belanda. Tetapi karena satu dan lain hal, rencana ini dirubah dan pada akhirnya diputuskanlah bahwa kami akan berlibur ke Milan. Yeeeaaah !!!

Kenapa Milan ?, mungkin karena saya seorang Interista juga tifosi Italia. Interista adalah sebutan bagi seorang fans klub sepakbola Inter Milan, dan Tifosi adalah sebutan bagi fans tim sepakbola Italia. Sudah pasti, berkunjung ke negara asal tim sepakbola idola merupakan impian setiap orang termasuk saya.

Perjalanan dimulai dari Kota tempat kami tinggal, Stuttgart Jerman menggunakan angkutan darat Meinfernbus dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Sempat singgah beberapa menit di stasiun bus Zurich, pemandangan gunung dan bebukitan menjadi suguhan indah sepanjang melintasi Swiss menuju Italia. Perlu diingat bahwa ketika hendak melewati beberapa negara sekalipun masih dalam wilayah Schengen, Passport dan dokumen perjalanan lainnya seperti Visa atau izin tinggal menjadi hal mutlak.

Pengalaman kami ketika memasuki perbatasan Jerman dan Swiss, juga perbatasan Swiss dan Italia, semua penumpang diperiksa satu per satu kelengkapan administrasi juga barang bawaan. Mungkin akhir-akhir ini jadi semakin ketat terkait eksodus besar besaran para pengungsi dari Balkan, Afrika dan Timur tengah menuju negara-negara Uni Eropa.

Liburan kali ini kami menyewa penginapan lewat Air B&B, lumayan murah untuk akomodasi selama 5 hari 4 malam. Sarana transportasi umum Metropolitana Milano menjadi pilihan favorit, dengan tiket yang bisa dibeli disetiap stasiun pemberhentian.

Saatnya mengeksplorasi Milan, ibukota fashion dan design…

Duomo di Milano (Gereja Katedral Milan)

Lokasinya berada di Piazza del Duomo, bisa dicapai menggunakan Metro nomor 1 dan nomor 3 dengan stasiun bernama “Duomo” yang pintu keluarnya membawa kami tepat di halaman depan. Duomo Milano merupakan gereja Katolik bergaya arsitektur Gothik, dan menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Eropa.

Katedral ini dibuka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 21.00 untuk wisatawan yang ingin beribadah atau sekedar melihat-lihat isi bangunan dan peninggalan-peninggalan yang bersejarah. Berikut ini rincian harga tiket yang dikenakan untuk tour kedalam bangunan katedral :

  • Museum Duomo : € 2.00
  • Naik ke teras Duomo menggunakan lift : € 13.00 (anak-anak usia 6-12 tahun : € 7.00)
  • Naik ke teras Duomo menggunakan tangga : € 8.00 (anak-anak usia 6-12 tahun : € 4.00)
  • Ruang Archeologi : € 4.00 (dibawah 26 tahun: € 2.00)
Tampak depan Duomo di Milano

Duomo di Milano

Diatas gedung Katedral

Diatas gedung Katedral

Bermacam ukiran dan patung di sepanjang dinding dan pilar Katedral

Bermacam ukiran dan patung di sepanjang dinding dan pilar Katedral

Perlu diketahui bahwa untuk bisa masuk kedalam gedung katedral, diberlakukan beberapa persyaratan bagi para pengunjung. Diantaranya tidak boleh membawa barang-barang mencurigakan dan dilarang menggunakan pakaian seksi seperti celana/rok pendek sampai kelihatan paha, atau sejenisnya. Jika ada pengunjung yang tidak lolos persyaratan berbusana ini namun tetap berniat untuk masuk, tenang saja petugas penjaga sudah menyediakan semacam jubah berwarna hitam untuk dikenakan selama berada di dalam tempat ibadah. Hahaha, lucu juga.

Kami di halaman depan Katedral Milano

Kami di halaman depan Katedral Milano

Selfie tidak ada salahnya daripada kamera dibawa kabur :D

Selfie

Bagi pengunjung yang tidak berkesempatan atau sama sekali tidak niat untuk masuk kedalam Katedral, menjadi aktifitas menyenangkan yaitu duduk bersantai di halaman depan ditemani oleh burung-burung merpati sambil mengabadikan foto. Tapi ingat!!! Jangan sekali kali meminta tolong atau mengiyakan tawaran para pedagang untuk mengambil foto. Ujung-ujungnya mereka akan meminta bayaran dengan jumlah yang tidak masuk akal. Jika uang yang diminta tidak diberikan, mereka mengancam untuk tidak mengembalikan kamera anda.

Para penjual sedang menjalankan aksi mereka menjebak seorang pengunjung

Para penjual sedang menjalankan aksi mereka menjebak seorang pengunjung

Catatan : Di Piazza del Duomo terdapat banyak penjual yang menjajakan barang-barang mulai dari tongkat selfie, mainan anak-anak, gelang, bahkan jagung dan biji-bijian sebagai makanan burung. Jangan sekali-kali merespon tawaran mereka, sekalipun dikejar-kejar (pasti mereka akan memaksa). Sebisa mungkin menghindar, apalagi para penjual gelang dan biji-bijian/jangung. Awalnya mereka memberikan secara cuma-cuma, setelah itu datang pedagang yang lain dan membuat anda tersudut dan dipaksa membayar. Bayangkan satu ujung benang yang dibuat menjadi gelang dipatok seharga € 5 – € 10, untuk beberapa biji jagung pengunjung yang terjebak dipaksa membayar 20 €.

Syukurlah perilaku tidak menyenangkan dari pedagang Afrika (no racism) ini sudah pernah kami alami waktu liburan di Paris. Trik yang digunakan hampir sama, jadi kali ini kami terbebas dari niat jahat mereka. Hahaha.

Galleria Vittorio Emanuele II

Tepat bersebelahan dengan Duomo di Milano berdiri megah Galleria Vittorio Emanuele II yang diambil dari nama raja pertama kerajaan Italia. Berdasarkan sejarah yang saya baca, bangunan ini dirancang pada tahun 1861 dan dibangun oleh Giuseppe Mengoni antara tahun 1865 sampai tahun 1877.

Ketika memasuki Galleria ini kami dibuat terpana dengan rancangan arsitektur beserta ukiran-ukiran disetiap dinding dan pilar, ditambah uniknya kubah kaca yang membentuk atap. Ini adalah pusat perbelanjaan elit di kota Milan, gudangnya produk-produk bermerek seperti Louis Vuitton, Prada, Furla, dll. Harga yang dipatok untuk setiap produk mahalnya bukan main, sebuah tas tangan bermerk Prada bisa mencapai ribuan euro.

Bangunan Galleria Vittorio Emanuele II

Bangunan Galleria Vittorio Emanuele II

Bagian dalam Galleria Vittorio Emanuele II

Bagian dalam Galleria Vittorio Emanuele II

Kubah kaca sebagai atap bangunan

Kubah kaca sebagai atap bangunan

Halöle… Senang bisa kembali menulis tentang pengalaman traveling saya bersama Marla, setelah sekian lama disibukkan dengan segala aktifitas di dunia nyata. Tujuan wisata musim panas tahun ini yaitu Milan Italia. Padahal niat untuk ke Milan belum terpikirkan sebelumnya, karena sampai satu bulan menjelang waktu liburan kami sudah sepakat untuk ke Amsterdam Belanda. Tetapi karena satu dan lain hal, rencana ini dirubah dan pada akhirnya diputuskanlah bahwa kami akan berlibur ke Milan. Yeeeaaah !!! Kenapa Milan ?, mungkin karena saya seorang Interista juga tifosi Italia. Interista adalah sebutan bagi seorang fans klub sepakbola Inter Milan, dan Tifosi adalah sebutan bagi fans tim sepakbola Italia. Sudah pasti, berkunjung ke negara asal tim sepakbola idola merupakan impian setiap orang termasuk saya. Perjalanan dimulai dari Kota tempat kami tinggal, Stuttgart Jerman menggunakan angkutan darat Meinfernbus dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Sempat singgah beberapa menit di stasiun bus Zurich, pemandangan gunung dan bebukitan yang indah menjadi suguhan sepanjang melintasi Swiss menuju Italia. Perlu diingat bahwa ketika hendak melewati beberapa negara sekalipun masih dalam wilayah Schengen, Passport dan dokumen perjalanan lainnya seperti Visa atau izin tinggal menjadi hal mutlak. Pengalaman kami ketika memasuki perbatasan Jerman dan Swiss, juga perbatasan Swiss dan Italia, semua penumpang diperiksa satu per satu kelengkapan administrasi juga barang bawaan. Mungkin akhir-akhir ini jadi semakin ketat terkait eksodus besar besaran para pengungsi dari Balkan, Afrika dan Timur tengah menuju negara-negara Uni Eropa. Liburan kali ini kami menyewa penginapanm lewat Air B&B, lumayan murah untuk akomodasi selama 5 hari 4 malam. Sarana transportasi umum Metropolitana Milano menjadi pilihan favorit, dengan tiket yang bisa dibeli disetiap stasiun pemberhentian. Saatnya mengeksplorasi Milan, ibukota fashion dan design… Duomo di Milano (Gereja Katedral Milan) Lokasinya berada di Piazza del Duomo, bisa dicapai menggunakan Metro nomor 1 dan nomor 3 dengan stasiun bernama “Duomo” yang pintu keluarnya membawa kami tepat di halaman depan. Duomo Milano merupakan gereja Katolik bergaya arsitektur Gothik, dan menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Eropa. Katedral ini dibuka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 21.00 untuk wisatawan yang ingin beribadah atau sekedar melihat-lihat isi bangunan dan peninggalan-peninggalan yang bersejarah. Berikut ini rincian harga tiket yang dikenakan untuk tour kedalam bangunan katedral : Museum Duomo : € 2.00 Naik ke teras Duomo menggunakan lift : € 13.00 (anak-anak usia 6-12 tahun : € 7.00) Naik ke teras Duomo menggunakan tangga : € 8.00 (anak-anak usia 6-12 tahun : € 4.00) Ruang Archeologi : € 4.00 (dibawah 26 tahun: € 2.00) Perlu diketahui bahwa untuk bisa masuk kedalam gedung katedral ini, diberlakukan beberapa persyaratan bagi para pengunjung. Diantaranya tidak boleh membawa barang-barang mencurigakan dan dilarang menggunakan pakaian seksi seperti celana/rok pendek sampai kelihatan paha, atau sejenisnya. Jika ada pengunjung yang tidak lolos persyaratan berbusana ini namun tetap berniat untuk masuk, tenang saja petugas penjaga sudah menyediakan semacam jubah berwarna hitam untuk dikenakan selama berada di dalam tempat ibadah. Hahaha, lucu juga. Bagi pengunjung yang tidak berkesempatan atau sama sekali tidak niat untuk masuk kedalam Katedral, menjadi aktifitas menyenangkan yaitu duduk bersantai di halaman depan ditemani oleh burung-burung merpati sambil mengabadikan foto. Tapi ingat!!! Jangan sekali kali meminta tolong atau mengiyakan tawaran para pedagang untuk mengambil foto. Ujung-ujungnya mereka akan meminta bayaran dengan jumlah yang tidak masuk akal. Jika uang yang diminta tidak diberikan, mereka mengancam untuk tidak mengembalikan kamera anda. Catatan : Di Piazza del Duomo terdapat banyak penjual yang menjajakan barang-barang mulai dari tongkat selfie, mainan anak-anak, gelang, bahkan jagung dan biji-bijian sebagai makanan burung. Jangan sekali-kali merespon tawaran mereka, sekalipun dikejar-kejar (pasti mereka akan memaksa). Sebisa mungkin menghindar, apalagi para penjual gelang dan biji-bijian/jangung. Awalnya mereka memberikan secara cuma-cuma, setelah itu datang pedagang yang lain dan membuat anda tersudut dan dipaksa membayar. Bayangkan ujung benang yang dibuat menjadi benang dipatok seharga € 5 - € 10, untuk beberapa biji jagung pengunjung yang terjebak dipaksa membayar 20 €. Syukurlah perilaku tidak menyenangkan dari pedagang Afrika (no racism) ini sudah pernah kami alami waktu liburan di Paris. Trik yang digunakan hampir sama, jadi kali ini kami terbebas dari niat jahat mereka. Hahaha. Tepat bersebelahan dengan Duomo di Milano berdiri megah Galleria Vittorio Emanuele II yang diambil dari nama raja pertama kerajaan Italia. Berdasarkan sejarah yang saya baca, bangunan ini dirancang pada tahun 1861 dan dibangun oleh Giuseppe Mengoni antara tahun 1865 sampai tahun 1877. Ketika memasuki Galleria ini kami dibuat terpana dengan rancangan arsitektur beserta ukiran-ukiran disetiap dinding dan pilar, ditambah uniknya kubah kaca yang membentuk atap. Ini adalah pusat perbelanjaan elit di kota Milan, gudangnya produk-produk bermerek seperti Louis Vuitton, Prada, Furla, dll. Harga yang dipatok untuk setiap produk mahalnya bukan main, sebuah tas tangan bermerk Prada bisa mencapai ribuan euro. Setelah berkeliling melihat produk-produk terkenal dunia, biasanya menjelang malam wisatawan sering menghabiskan waktu untuk sekedar istirahat disekitar monument Vittorio Emanuele II. Nama yang sama dengan Galleria di sebelahnya, tapi yang ini berbentuk patung seorang raja yang sedang menunggangi kuda sementara ditopang oleh banyak orang dibawahnya. Mungkin menggambarkan bahwa kemenangan raja Vittorio Emanuele II ini juga merupakan perjuangan rakyat. Disini kami baru merasakan romantisnya malam kota Milan, banyak seniman jalanan yang menggelar pertunjukan baik itu sulap, permainan musik, dan lain sebagainya. Tetap disarankan untuk selalu waspada dan berjaga-jaga dengan barang bawaan karena kasus pencurian di kota Milan terbilang cukup tinggi.

Shopaholic

Monumen Vittorio Emanuele II

Setelah berkeliling melihat produk-produk terkenal dunia, biasanya menjelang malam wisatawan sering menghabiskan waktu untuk sekedar istirahat disekitar monument Vittorio Emanuele II. Nama yang sama dengan Galleria di sebelahnya, tapi yang ini berbentuk patung seorang raja yang sedang menunggangi kuda sementara ditopang oleh banyak orang dibawahnya. Mungkin menggambarkan bahwa kemenangan raja Vittorio Emanuele II ini juga merupakan perjuangan rakyat.

Disini kami baru merasakan romantisnya malam kota Milan, banyak seniman jalanan yang menggelar pertunjukan baik itu sulap, permainan musik, dan lain sebagainya. Tetap disarankan untuk selalu waspada dan berjaga-jaga dengan barang bawaan karena kasus pencurian di kota Milan terbilang cukup tinggi.

Halöle… Senang bisa kembali menulis tentang pengalaman traveling saya bersama Marla, setelah sekian lama disibukkan dengan segala aktifitas di dunia nyata. Tujuan wisata musim panas tahun ini yaitu Milan Italia. Padahal niat untuk ke Milan belum terpikirkan sebelumnya, karena sampai satu bulan menjelang waktu liburan kami sudah sepakat untuk ke Amsterdam Belanda. Tetapi karena satu dan lain hal, rencana ini dirubah dan pada akhirnya diputuskanlah bahwa kami akan berlibur ke Milan. Yeeeaaah !!! Kenapa Milan ?, mungkin karena saya seorang Interista juga tifosi Italia. Interista adalah sebutan bagi seorang fans klub sepakbola Inter Milan, dan Tifosi adalah sebutan bagi fans tim sepakbola Italia. Sudah pasti, berkunjung ke negara asal tim sepakbola idola merupakan impian setiap orang termasuk saya. Perjalanan dimulai dari Kota tempat kami tinggal, Stuttgart Jerman menggunakan angkutan darat Meinfernbus dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Sempat singgah beberapa menit di stasiun bus Zurich, pemandangan gunung dan bebukitan yang indah menjadi suguhan sepanjang melintasi Swiss menuju Italia. Perlu diingat bahwa ketika hendak melewati beberapa negara sekalipun masih dalam wilayah Schengen, Passport dan dokumen perjalanan lainnya seperti Visa atau izin tinggal menjadi hal mutlak. Pengalaman kami ketika memasuki perbatasan Jerman dan Swiss, juga perbatasan Swiss dan Italia, semua penumpang diperiksa satu per satu kelengkapan administrasi juga barang bawaan. Mungkin akhir-akhir ini jadi semakin ketat terkait eksodus besar besaran para pengungsi dari Balkan, Afrika dan Timur tengah menuju negara-negara Uni Eropa. Liburan kali ini kami menyewa penginapanm lewat Air B&B, lumayan murah untuk akomodasi selama 5 hari 4 malam. Sarana transportasi umum Metropolitana Milano menjadi pilihan favorit, dengan tiket yang bisa dibeli disetiap stasiun pemberhentian. Saatnya mengeksplorasi Milan, ibukota fashion dan design… Duomo di Milano (Gereja Katedral Milan) Lokasinya berada di Piazza del Duomo, bisa dicapai menggunakan Metro nomor 1 dan nomor 3 dengan stasiun bernama “Duomo” yang pintu keluarnya membawa kami tepat di halaman depan. Duomo Milano merupakan gereja Katolik bergaya arsitektur Gothik, dan menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Eropa. Katedral ini dibuka setiap hari dari pukul 08.00 sampai 21.00 untuk wisatawan yang ingin beribadah atau sekedar melihat-lihat isi bangunan dan peninggalan-peninggalan yang bersejarah. Berikut ini rincian harga tiket yang dikenakan untuk tour kedalam bangunan katedral : Museum Duomo : € 2.00 Naik ke teras Duomo menggunakan lift : € 13.00 (anak-anak usia 6-12 tahun : € 7.00) Naik ke teras Duomo menggunakan tangga : € 8.00 (anak-anak usia 6-12 tahun : € 4.00) Ruang Archeologi : € 4.00 (dibawah 26 tahun: € 2.00) Perlu diketahui bahwa untuk bisa masuk kedalam gedung katedral ini, diberlakukan beberapa persyaratan bagi para pengunjung. Diantaranya tidak boleh membawa barang-barang mencurigakan dan dilarang menggunakan pakaian seksi seperti celana/rok pendek sampai kelihatan paha, atau sejenisnya. Jika ada pengunjung yang tidak lolos persyaratan berbusana ini namun tetap berniat untuk masuk, tenang saja petugas penjaga sudah menyediakan semacam jubah berwarna hitam untuk dikenakan selama berada di dalam tempat ibadah. Hahaha, lucu juga. Bagi pengunjung yang tidak berkesempatan atau sama sekali tidak niat untuk masuk kedalam Katedral, menjadi aktifitas menyenangkan yaitu duduk bersantai di halaman depan ditemani oleh burung-burung merpati sambil mengabadikan foto. Tapi ingat!!! Jangan sekali kali meminta tolong atau mengiyakan tawaran para pedagang untuk mengambil foto. Ujung-ujungnya mereka akan meminta bayaran dengan jumlah yang tidak masuk akal. Jika uang yang diminta tidak diberikan, mereka mengancam untuk tidak mengembalikan kamera anda. Catatan : Di Piazza del Duomo terdapat banyak penjual yang menjajakan barang-barang mulai dari tongkat selfie, mainan anak-anak, gelang, bahkan jagung dan biji-bijian sebagai makanan burung. Jangan sekali-kali merespon tawaran mereka, sekalipun dikejar-kejar (pasti mereka akan memaksa). Sebisa mungkin menghindar, apalagi para penjual gelang dan biji-bijian/jangung. Awalnya mereka memberikan secara cuma-cuma, setelah itu datang pedagang yang lain dan membuat anda tersudut dan dipaksa membayar. Bayangkan ujung benang yang dibuat menjadi benang dipatok seharga € 5 - € 10, untuk beberapa biji jagung pengunjung yang terjebak dipaksa membayar 20 €. Syukurlah perilaku tidak menyenangkan dari pedagang Afrika (no racism) ini sudah pernah kami alami waktu liburan di Paris. Trik yang digunakan hampir sama, jadi kali ini kami terbebas dari niat jahat mereka. Hahaha. Tepat bersebelahan dengan Duomo di Milano berdiri megah Galleria Vittorio Emanuele II yang diambil dari nama raja pertama kerajaan Italia. Berdasarkan sejarah yang saya baca, bangunan ini dirancang pada tahun 1861 dan dibangun oleh Giuseppe Mengoni antara tahun 1865 sampai tahun 1877. Ketika memasuki Galleria ini kami dibuat terpana dengan rancangan arsitektur beserta ukiran-ukiran disetiap dinding dan pilar, ditambah uniknya kubah kaca yang membentuk atap. Ini adalah pusat perbelanjaan elit di kota Milan, gudangnya produk-produk bermerek seperti Louis Vuitton, Prada, Furla, dll. Harga yang dipatok untuk setiap produk mahalnya bukan main, sebuah tas tangan bermerk Prada bisa mencapai ribuan euro. Setelah berkeliling melihat produk-produk terkenal dunia, biasanya menjelang malam wisatawan sering menghabiskan waktu untuk sekedar istirahat disekitar monument Vittorio Emanuele II. Nama yang sama dengan Galleria di sebelahnya, tapi yang ini berbentuk patung seorang raja yang sedang menunggangi kuda sementara ditopang oleh banyak orang dibawahnya. Mungkin menggambarkan bahwa kemenangan raja Vittorio Emanuele II ini juga merupakan perjuangan rakyat. Disini kami baru merasakan romantisnya malam kota Milan, banyak seniman jalanan yang menggelar pertunjukan baik itu sulap, permainan musik, dan lain sebagainya. Tetap disarankan untuk selalu waspada dan berjaga-jaga dengan barang bawaan karena kasus pencurian di kota Milan terbilang cukup tinggi.

Monument Vittorio Emanuele II

Monument Vittorio Emanuele II

Di depan Monument Vittorio Emanuele II

Tampak lebih dekat : People power

Tampak lebih dekat : People power

Lihat juga : Gallery Foto Duomo Milano & Vittorio Emanuele II

(Bersambung)

Advertisements

21 thoughts on “Liburan di Milan Italia: Duomo Milano & Galleria Vittorio Emanuele II

  1. Keamanan memang penting banget di wisata ya Kak. Sebagus apa pun tempat wisatanya, kalau keamanan belum bisa dijamin, maka jatuhnya pasti tidak nyaman bagi siapa pun yang berkunjung ke sana, bagaimanapun berwisata sambil waspada tingkat tinggi itu rasanya agak aneh saja bagi saya :hehe.

    Tapi Milan memang menggoda banget ya Kak :hehe. Itu satu avenue menjual barang-barang kelas satu, wow high class banget :hehe. Kerenlah, mana bersih banget pula kotanya. Antara futuristiknya barang-barang aksesoris dengan klasiknya bangunan tua membuat perpaduan yang cantik sekali :)).

  2. Aku malah belum pernah masuk dan naik ke duomo itu. Tiap kesana pasti antrinya lama banget. Oh ya pas di galeria injak di tanda sambil muter 180 derajat nggak? heheheh biasanya banyak tuh turis foto2 sambil injak dan muter itu katanya biar balik lagi . Kalian nggak ke Expo Milano?

    • Hallo Mamatari… salam kenal ! waktu di tengah-tengah galeria perlu ngantri buat nginjak di tandanya. kayak ada syuting dari rombongan Tiongkok. Awalnya bingung juga ngapain ini orang-orang muter muter, eh ternyata gitu tradisinya ya… hehe. Postingan tentang expo nanti nyusul, kereeen. seharian kami ngabisin waktu di Expo 😀
      makasih kunjungan dan komentarnya 😀

  3. Pingback: Gallery Foto Duomo Milano & Vittorio Emanuele II | Memorabilia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s