World Expo Milan 2015 part 4 : Pavilion Indonesia

Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini.

Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami.

Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini.

Jangankan dengan pavilion Amerika (lihat: Pavilion negara-negara Amerika), Jerman (pavilion negara-negara eropa) atau Tiongkok (pavilion negara-negara asia). Bandingkan saja dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini.

Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan sangat mahal.

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Tampak depan Pavilion Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Jalan masuk ke pavilion Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini.  Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Pavilion Indoensia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Pavilion Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini.  Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Pavilion Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Patung Badak menyambut pengunjung di Pavilion Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini.  Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Bagian dalam pavilion Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Display bagian dalam pavilion Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini.  Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Ruangan pameran utama Pavilion Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini.  Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Ruangan pameran utama pavilion Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini.  Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Wayang sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia yang dipamerkan

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Berbagai macam bumbu masakan khas Indonesia dari daerah asalnya masing-masing

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Indonesia kaya akan bumbu masakan

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Gambar aktifitas export-import yang dipamerkan

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Kapal Pinisi sebagai pelopor kejayaan dunia Kemaritiman Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini.  Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Coelacant – Ikan purba yang konon masih hidup di perairan utara Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini.  Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Cermin di salah satu sudut ruangan pavilion Indonesia (tidak tahu artinya apa)

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Buah-buahan khas Indonesia

Pavilion Indonesia di World Expo Milan 2015 Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh, tidak mengurangi semangat dan sukacita kami menuju pavilion Indonesia. Semakin megah dan indahnya pavilion negara-negara lain semakin membuat kami penasaran seperti apa punya negara kita. Pasti akan lebih besar dan megah, hehe – pikir kami. Singkat cerita tibalah kami di depan Pavilion Republik Indonesia, negara kaya sumber daya alam, dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia. Ya ampun!!! Apa boleh dikata, silahkan teman-teman pembaca membandingan dan menilai sendiri melalui foto-foto yang akan saya tampilkan berikut ini. Jangankan dengan pavilion Amerika, Jerman atau Tiongkok. Bandingkan dengan negara-negara sahabat dari Asia Tenggara –seperti Malaysia, Vietnam atau Thailand- seakan remuk hati dan perasaan ini sebagai anak bangsa Indonesia. Yasudahlah, waktupun telah berlalu, World Expo Milan 2015 sudah lama berakhir. Hanya berharap di waktu-waktu yang akan datang tidak akan terjadi lagi yang seperti ini. Catatan : Keinginan kami untuk mencicipi masakan nusantara harus dikubur dalam-dalam mengingat harga yang dipatok untuk makanan yang disediakan terbilang sangat mahal.

Stand yang menyediakan makanan khas Indonesia

 

Advertisements

3 thoughts on “World Expo Milan 2015 part 4 : Pavilion Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s