Kecanduan NET. Citizen Journalist

Hallo teman-teman semua! Sudah lama saya tidak menyapa kalian dengan tulisan di blog yang untuk beberapa waktu sempat terlupakan. Mungkin karena sampai saat ini saya masih berpusing-ria dengan buku perdana yang mudah-mudahan terbit akhir tahun (mohon doanya), hehe. Bukan Cuma itu, ternyata saya kecanduan mainan baru yang menggiurkan sehingga waktu untuk menulis di blog semakin terpinggirkan.

Mainan baru apa itu ? namanya NET. Citizen Journalist !. Berikut penjelasannya :

Dirilis sejak bulan Mei 2013, NET. Citizen Journalist adalah sebuah media sosial yang memungkinkan masyarakat untuk mencari, menonton, dan berbagi informasi berita lewat video hasil karya sendiri. Sama seperti media sosial lainnya, NET. CJ juga memfasilitasi interaksi antar-anggota, tidak hanya memberikan komentar, memberikan peringkat dan berbagi video, tetapi juga bergabung dalam sebuah forum diskusi.

Harus diakui bahwa trend melakukan perjalanan liburan bagi orang Indonesia sudah sangat tinggi dibanding beberapa tahun sebelumnya. Sering sekali saya lihat teman-teman di Facebook dan Youtube yang mengunggah video liburan mereka baik di dalam maupun luar negeri entah itu berkelompok, berpasangan, maupun sendirian sebagai Backpacker. Tapi sayang kalau semua hanya akan berakhir dengan ratusan “like” atau komentar dari Netizen yang lain.

Tidakkah kalian tahu bahwa apapun video yang dibuat asalkan itu menarik dan memiliki nilai informatif, bisa menghasilkan uang. Berbagai macam tema bisa diangkat, tidak hanya tentang liburan tentunya. Tema makanan, bisnis, budaya, lingkungan, kesehatan, dll. bisa diangkat dan dikemas menjadi sebuah liputan. Saya sendiri sampai saat ini sudah menerima uang sebanyak empat juta rupiah sebagai honor mengirimkan video dan ditampilkan di program berita NET. 10 yang tayang setiap hari Senin sampai Jumat pukul 10.00 WIB.

Bagaimana caranya ? Silahkan kirim video berisi berita menarik ke website http://netcj.co.id atau langsung dari aplikasinya di Smartphone. Ja, serius ! setiap hari video terpilih yang tayang di NET. TV akan mendapatkan honorarium (uang tunai) dan dikirimkan langsung ke rekening pemiliknya. Video yang tidak tayang di NET. TV, tetapi memiliki nilai berita yang bagus, akan tetap diapresiasi dengan menerbitkannya pada website NET. Citizen Journalist.

Perlengkapan yang dibutuhkan tidak susah. Cukup memiliki kamera (bisa kamera professional maupun kamera smartphone), jaringan internet untuk mengunggah video yang direkam, serta tentunya kreatifitas kalian untuk mengemas suatu peristiwa menjadi berita. Silahkan dicoba ! Sejauh ini saya sudah mengirimkan sebanyak 18 video, tujuh diantaranya berhasil ditayangkan di program berita NET.. Enam yang lain hanya berhasil masuk dalam daftar berita di website, dan 5 video sisa sedang menunggu saatnya tayang.

Adapun ketentuan Honorarium NET. Citizen Journalist sebagai berikut :

  • Video berita untuk kategori bukan berita ekslusif dengan area peliputan di wilayah Indonesia, baik hardnews maupun news feature yang tayang di NET TV akan mendapat honor Rp.250.000, pajak ditanggung pemenang.
  • Video berita untuk kategori bukan berita ekslusif dengan area peliputan di wilayah Asia, baik hardnews maupun news feature yang tayang di NET TV akan mendapat honor Rp.500.000 – Rp. 750.000, pajak ditanggung pemenang.
  • Video berita untuk kategori bukan berita ekslusif dengan area peliputan di wilayah Eropa, Amerika, Afrika, Australia baik hardnews maupun news feature yang tayang di NET TV akan mendapat honor Rp.1.000.000, pajak ditanggung pemenang.
  • Video berita untuk kategori berita ekslusif dengan area peliputan di wilayah manapun, akan dibayar serendah-rendahnya Rp.1.000.000 dan di atas rata-rata honorarium video berita kategori bukan berita ekslusif per wilayah. Semakin ekslusif konten berita yang dikirimkan, honorarium yang berikan pihak NET. akan semakin tinggi.

Lumayan kan buat tambah-tambah uang jajan. Berikut ini video liputan saya yang numpang beken di TV, dan menjadikan saya kecanduan untuk terus mengirimkan video ke NET. Citizen Journalist. Terima kasih NET. ! Televisi masa kini penyebab candu.

1.Berita pertama yang tayang, tentang keindahan kebun binatang di Hannover

 

2.Berita seputar keindahan kota tua Schwäbisch Hall di negara bagian Baden-Württemberg

 

3.Liputan indahnya bar bergerak diatas sungai donau Bayern

 

4.Berita suasana masyarakat Stuttgart dalam menyambut datangnya musim panas

 

5.UPDATE 31 Agustus 2016 : Jalan-jalan di istana bunga (Blühendes Barock) Ludwigsburg

 

6.UPDATE 1 September 2016 : Sensasi menegangkan menaiki Paternoster, lift kuno di Rathaus Stuttgart

 

7.UPDATE 6 September 2016 : Wisata perahu di sungai Neckar Tübingen

 

8.UPDATE 8 September 2016 : Sekolah anjing penyelamat di Jerman

 

9.UPDATE 12 September 2016 : Maraknya kasus pencurian sepeda di Jerman

 

10.UPDATE 13 September 2016 : Menabung di celengan raksasa di kota Ludwigsburg

Advertisements

16 thoughts on “Kecanduan NET. Citizen Journalist

  1. Hai Liberty wah asyik banget ya, jalan2 bikin videobisa dapat duit 😀 . Kamu harus ngomong/bercerita di videonya atau boleh sekedar video lalu ada tulisan pengantarnya?. Minimal video brp menit?. Klo kita harus ngomong juga harus benar2 dipikirkan ya mau ngomong ygbagus soalnya kan buat dilihat banyak orang, malu klo suaranya jelek hehe.

    • Hallo Mbak, salam!. Akan semakin baik kalau ngomong di video ala ala reporter gitu, tapi tidak harus. Kebanyakan malah video yang ada saya didalamnya, dipotong alias tidak ditayangkan, haha. Cukup tulis pengantar dan informasinya. Tidak ada ketentuan durasi video, tapi paling efektif sekitar 3 sampai 5 menit. Ayo dicoba mbak, lumayan hasilnya selain numpang beken di Indonesia juga dapet uang jajan.

      • Grüß dich Liberty, saya baru lihat no.1 dan 2 videomu gak ada suaramu hehe sptnya lebih baik bikin videonya aja?, cuma harus pintar juga pegang kameranya krn saya sering goyang tangannya, termasuk harus pintar menyambung video2nya ya. Nanti saya akan coba klo ada kesempatan jalan2, btw makasih sudah berbagi informasi ini ya 😉 .

      • Servus mbak! iya gak perlu unbedingt ada suaranya, cukup diperjelas di catatannya. Dari semua video yang aku kirim, baru video ke-5 yang ditayangkan lengkap dengan adegan saat aku ngomong. Yang lainnya mereka potong, hehe, emang gak keren sih. Sangat disarankan untuk coba mbak. gak harus juga jalan-jalan. Sepertinya liputan tentang hoby bertanam mamanya Benjamin pasti 100 % ditayangkan. ayolah mbak, sebelum ada yang liput tema serupa. Biasanya yang mereka inginkan itu topik-topik tentang usaha, kreasi, ato hal-hal yang bersifat inspiratif. Kebunnya mbak sangat menginspirasi dan punya nilai berita yang tinggi.

  2. Waah keren! saya baru coba2 di Youtube channel saya sendiri, bisa nih ikutan! Makasih ya sharingnya. BTW tumpengan dong kalau buku udah launching, buku apa ya? ketinggalam berita ya saya.

    • Hallo, terima kasih Irene. sebenarnya video tidak perlu diedit. kalaupun harus menggabungkan beberapa file menjadi satu video aku biasanya cuman pake Movie Maker. Nanti redaksi NET. yang akan mengedit sesuai kebutuhan dan durasi penayangan 🙂

  3. wahhh keren kak. menginspirasi saya untuk segera mengirim video ke nettv.
    salam sinema dari mahasiswa Unnes Semarang hihi 😀😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s