Herrenhauser Gärten yang terletak di Herrenhausen, sebuah distrik urban Hannover, ibukota Niedersachsen terdiri dari Großer Garten (Great Garden), Berggarten, Georgengarten dan Welfengarten. Semuanya ini merupakan kebun warisan raja-raja Hanover. Saya mempunyai kenangan tersendiri di Herrenhauser Gärten. Saat itu hari ulang tahun ke-22, tahun pertama tinggal di Jerman, mendapatkan kejutan dari Gastfamilie di tempat ini. Ceritanya saya disuruh berpakaian ala raja-raja plus segala kelengkapannya seperti mahkota dan pedang. Sempat heran dan bertanya-tanya dalam hati apa sebenarnya yang direncanakan. Tau-taunya mata saya ditutup dengan kain, dibawa ke suatu tempat sampai pusing jadinya. Hehe. Sampai tiba saatnya penutup mata dibuka, keindahan lampu-lampu dan permainan air mancur yang pertama kali saya lihat. Großer Garten telah menjadi salah satu taman istana yang paling terkenal tidak hanya di Jerman namun juga di seluruh Eropa. Sedangkan Berggarten telah dirubah sedemikian rupa, dari awalnya sebuah kebun sayur sederhana menjadi sebuah kebun botani raksasa dengan atraksinya yang memikat banyak wisatawan untuk berkunjung kesini. Begitu juga dengan Georgengarten dan Welfengarten yang telah dirancang seperti gaya taman-taman di Inggris, dimana keduanya merupakan tempat rekreasi yang popular bagi masyarakat Hannover. Sejarah taman ini mencakup beberapa abad yang terus dilestarikan hingga saat ini. Großer Garten Seperti namanya, Großer Garten adalah sebuah taman raksasa berukuran 50 hektar yang terdiri dari rumput, pagar, bunga-bunga, trotoar, dan patung-patung yang diatur sedemikian rapi dalam pola geometris. Sepanjang tahun selalu diadakan festival-festival tingkat Internasional di tempat ini. Salah satu yang sempat saya saksikan pada tahun 2014 yang lalu adalah festival kembang api yang didesain sedemikian cantiknya. Berggarten Berggarten dibuat pada tahun 1666 sebagai kebun sayur untuk Großer Garten diatas sebuah bukit di utara istana Herrenhauser. Ratu Hannover kemudian mengubah Berggarten menjadi taman untuk tanaman-tanaman eksotis dan pada tahun 1686 didirikanlah Konservatorium di tempat ini. Jangan heran kalau pengunjung bisa menemukan tanaman Palma yang biasanya hidup di padang gurun, yang biasanya (normal) sama sekali tidak bisa tumbuh di daratan eropa, wow. Georgengarten Saat ini di Georgengarten berdiri museum karikatur yang bernama bernama Wilhelm-Busch-Museum - Deutsches Museum für Karikatur und Kritische Grafik. Georgengarten sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan Herrenhausen Garten. Biasanya sangat popular selama malam hari di musim panas, terutama sering dikunjungi oleh anak-anak muda dan mahasiswa Universitas Hannover, karena jaraknya yang sangat dekat dengan lokasi kampus. Welfengarten Menurut sejarah, sebelum Welfengarten selesai dibangun, Hannover direbut dan dikuasai oleh Prusia. Dalam tahun-tahun berikutnya lebih kusus pada 1857-1866 bangunan ini dibangun kembali dalam bentuk yang bisa kita lihat saat ini sebagai Universitas Hannover.

Pesona Hannover (3) Herrenhäuser Gärten & Leibniz Universität

Herrenhäuser Gärten yang terletak di Herrenhausen, sebuah distrik urban Hannover, ibukota Niedersachsen terdiri dari Großer Garten (Great Garden), Berggarten, Georgengarten dan Welfengarten. Semuanya ini merupakan kebun warisan raja-raja Hanover. Saya mempunyai kenangan tersendiri di Herrenhauser Gärten. Saat itu hari ulang tahun ke-22, tahun pertama tinggal di Jerman, mendapatkan kejutan dari Gastfamilie di tempat ini. Ceritanya…

Salah satu objek wisata keluarga yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Hannover adalah Erlebnis Zoo Hannover. Dulu waktu saya tinggal di Hannover, biasanya selesai bersepeda setiap hari Minggu pasti menyempatkan diri ke tempat ini untuk sekedar beristirahat sembari mengisi perut yang lapar, hehe. Itu karena saya memiliki tiket masuk yang berlaku selama satu tahun, jadi tidak perlu lagi membeli karcis. Kebun binatang ini mengusung tema petualangan, dimana tidak hanya menyajikan koleksi hewan-hewan yang hidup di tempat ini melainkan juga wahana-wahana bermain dan belajar yang mengasyikkan. Erlebnis Zoo Hannover didirikan pada tanggal 4 Mei 1865 dan meliputi area seluas 22 hektar. Saat ini menampung sekitar 2.200 hewan dari 211 spesies, menjadikannya sebagai salah satu yang terkenal dan paling banyak dikunjungi di Jerman. Yang menarik adalah beberapa jenis hewan dibiarkan bebas diantara para pengunjung tanpa ada batasan. Tentunya hewan ini sudah dijinakkan sehingga tidak membahayakan orang-orang disekitar. Dengan konsep petualangan, Zoo Hannover dibagi menjadi tujuh bagian, atau juga disebut tujuh dunia dimana masing-masing mempunyai ciri khas dan fungsi masing masing : Zambezi Area yang pertama ini bertemakan padang rumput Afrika, dinamakan berdasarkan salah satu sungai penting di Afrika “Zambezi”. Pengunjung dibawa seolah benar-benar sedang berada di Afrika, dikelilingi oleh sungai kecil berliku-liku yang menghubungkan kandang dari jerapah, singa, pelikan, kuda nil dan zebra. Diatas sungai ini pengunjung bisa menyewa perahu kecil sambil menikmati petualangan. Kibongo Kibongo terletak tepat ditengah-tengah kebun binatang dan bertemakan Gorillaberg (gunung gorilla). Mulai dari kaki gunung sampai puncak dihuni oleh berbagai macam kera dan sejenisnya. Selama menjelajah Kibongo ini pengunjung dihadapkan dengan teori evolusi manusia termasuk juga kegiatan-kegiatan penggalian replica manusia purba. Diujung jalan ada rumah hutan dengan fasilitas indoor gorila, simpanse dan orangutan. Yang menarik di tempat ini juga hidup orang utan Sumatera, dan beberapa jenis monyet khas Sulawesi Utara. Yukon Bay Memasuki area ini pengunjung akan merasa seperti berada di Kanada tempo dulu. Mulai dari properti yang disediakan, tulisan-tulisan, hingga kandang hewan yang dibuat sedemikian rupa mendukung tema Yukon Bay ini. Contohnya Penguin yang tinggal diatas kapal Yukon Queen yang karam, dari dalam kapal karam ini kita bisa melihat dunia bawah laut yang dihuni berbagai jenis ikan, anjing laut, dan yang paling terkenal yaitu beruang es dari kutub utara. Dschungelpalast Dschungelpalast atau Jungle Palace merupakan istana India Maharaja, yang mana diceritakan setelah meninggalnya sang raja maka perlahan-lahan dikuasai oleh para binatang sehingga menjadikannya rimba hunian bagi para monyet Hanoman, ular piton, harimau, macan, dll. Outback Dibelakang Dschungelpalast terdapat satu area dengan tanah merah dan pemandangan perbukitan dengan rumah kuno dan turbin angin khas, juga stasiun gas yang sudah lama ditinggalkan beserta pub kecil yang membangkitkan kenangan seolah-olah berada di Australia. Tempat ini dihuni oleh hewan-hewan khas Australia seperti Kangguru, burung onta, dan lain-lain. Mullewap Tempat ini terinspirasi dari cerita Johni (tikus), Franz (ayam), dan Waldemar (Babi). Selain kebun binatang dan rumah beberapa hewan buas, ada banyak wahana petualangan, belajar dan bermain juga restoran keluarga. Meyers Hof Tema yang terakhir ini merupakan penginapan bagi pengunjung yang ingin bermalam di kebun binatang Hannover. Didalamnya juga tersedia restoran dan sarana-sarana penunjang lainnya. Lebih kusus pada musim dingin, pengunjung bisa bermain ski dan olahraga salju di tempat ini.

Pesona Hannover (2) Erlebnis Zoo

Salah satu objek wisata keluarga yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Hannover adalah Erlebnis Zoo Hannover. Dulu waktu saya tinggal di Hannover, biasanya selesai bersepeda setiap hari Minggu pasti menyempatkan diri ke tempat ini untuk sekedar beristirahat sembari mengisi perut yang lapar, hehe. Itu karena saya memiliki tiket masuk yang berlaku selama satu tahun,…

Hannover adalah kota pertama saya menginjakkan kaki di Jerman, disini juga saya menjalani tahun pertama di perantauan sebagai Au Pair. Kota ini terkenal dengan orang-orangnya yang berbicara tanpa dialek, tanpa aksen, alias murni bahasa Jerman baku dan jelas (Hochdeutsch). Ini menjadi identitas ketika para Hannoveraner (sebutan bagi penduduk asli Hannover) berada di daerah lain, akan mudah dikenali dari cara mereka berbicara. Hannover merupakan ibukota dari negara bagian Niedersachsen, menjadi salah satu pusat digelarnya pameran di Republik Federal Jerman (contohnya). Pada tahun 2000 pernah menjadi tuan rumah event internasional 5 tahunan sekali yaitu World Expo seperti yang diadakan tahun lalu di Milan Italia. Dari segi pariwisata, Hannover memiliki beberapa daya tarik yang mengundang banyak pelancong baik dari dalam maupun luar negeri. Disini saya akan membahas objek-objek wisata yang wajib dikunjungi ketika pembaca sekalian berkunjung ke kota ini. Dimulai dari yang paling terkenal : Neues Rathaus. Neues Rathaus Neues Rathaus atau dalam bahasa Indonesia artinya balai kota Baru. Merupakan ikon Hannover, bangunan kebanggan masyarakat disini, juga sebagai pusat administrasi dan pemerintahan. Meskipun disebut baru, Neues Rathaus ini sudah diresmikan sejak 20 Juli 1913 menggantikan balai kota lama yang berada disamping Marktkirche. Ditempat ini biasanya masyarakat menghabiskan waktu untuk berpiknik bersama keluarga maupun teman-teman. Disekitar bangunan utama terdapat taman yang luas dengan danau kecil dikelilingi oleh pepohonan rindang. Saat matahari sedang cerah-cerahnya bersinar kita bisa melihat pemandangan menakjubkan yaitu danau yang memantulkan gambar Neues Rathaus seperti cermin saking jernihnya. Bentuk bangunan ini sendiri menyerupai kastil atau istana jaman dulu, dimana terdapat menara kubah yang menjulang tinggi dengan ukiran dan warna yang sangat khas. Pengunjung bisa naik sampai keatas menara menggunakan lift unik yang bergerak dengan kemirigan 70 derajat, beda dengan lift pada umumnya. Ruangan didalam Neues Rathaus didesain sedemikian rupa sehingga orang didalamnya berasa seperti dalam sebuah istana. Langit-langit bergaya Gothik seperti di Kolner Dom, dipajang miniature sejarah Hannover dari masa ke masa, bahkan saat kota ini mengalami kehancuran total saat perang dunia kedua. Seperti yang saya tulis sebelumnya bahwa Neues Rathaus ini juga merupakan pusat administrasi dan pemerintahan. Diantarannya kantor tempat menyelenggarakan pernikahan resmi masyarakatnya. Jangan heran jika nantinya melihat pasangan pengantin dengan atribut dan pengiringnya mondar mandir dalam ruangan. Neues Rathaus beralamat di Trammplatz 2, 30157 Hannover. Bisa diakses menggunakan U-Bahn yaitu dari Hannover Hauptbahnhof menggunakan U-1 (arah Laatzen / Sartedt) atau U-2 (arah Döhren / Rethen) atau U-8 (arah Messe Nord) dan turun di stasiun Aegidientorplatz. Dari Aegidientorplatz tinggal berjalan kaki beberapa menit sampai di Neues Rathaus. Pada dasarnya objek wisata ini dapat dikunjungi setiap hari. Tapi untuk naik sampai ke puncak menara diberlakukan waktu operasional. Sayangnya pada musim Winter akses menuju menara ditutup, nanti dibuka kembali pada bulan Maret setiap tahunnya. Waktu operasional normalnya yaitu dari hari Senin sampai Jumat pukul 09.30 sampai 18.30 dan Wochenende (Sabtu, Minggu, atau hari raya) dibuka mulai pukul 10.00 sampai 18.30. Biaya tiket masuk/naik ke menara yaitu sebesar 3€ untuk orang dewasa dan 2€ untuk pelajar dan anak-anak.

Pesona Hannover (1) Neues Rathaus

Hannover adalah kota pertama saya menginjakkan kaki di Jerman, disini juga saya menjalani tahun pertama di perantauan sebagai Au Pair. Kota ini terkenal dengan orang-orangnya yang berbicara tanpa dialek, tanpa aksen, alias murni bahasa Jerman baku dan jelas (Hochdeutsch). Ini menjadi identitas ketika para Hannoveraner (sebutan bagi penduduk asli Hannover) saat berada di daerah lain,…

Bekas seragam mantan pemain AC Milan diantaranya : Paolo Maldini, Ronaldinho, Kaka, dan Shevchenko.

(Foto) Koleksi AC Milan di Museum San Siro

Koleksi bersejarah AC Milan di stadion San Siro menjadi saksi perjalanan panjang klub ini. Sejak didirikan pada tahun 1899, Milan sudah meraih 18 kali juara serie-A liga Italia, 2 kali juara serie-B liga Italia, 5 kali juara Coppa Italia, 6 kali juara piala super Italia, 7 kali juara liga champions Eropa, 5 kali juara piala…

Forza Inter !

(Foto) Koleksi Inter Milan di Museum San Siro

Mengunjungi museum San Siro Milan seakan membawa kita ke masa lalu, era keemasan kedua klub yang harus diakui dalam beberapa tahun terakhir mulai pudar. Inter yang didirikan pada 9 Maret 1908 adalah pecahan dari klub yang kita kenal sekarang sebagai AC Milan. Nama Internazionale diambil dari semangat para pendirinya yang menginginkan sebuah klub sepakbola dengan…

Masih menelusuri kota Milan, saat ini saya ajak pembaca sekalian melihat stadion sepakbola Giuseppe Meazza di San Siro. Bagi pecinta sepakbola pasti sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Ya, markas dua klub sepakbola besar liga Italia, Inter Milan dan AC Milan. Seteru abadi yang memiliki fans fanatic tidak hanya di negara asal melainkan juga di belahan dunia lain, Indonesia. Saya termasuk bagian di dalamnya, sangat menggemari Inter Milan sejak pertama kali mengenal sepakbola. Hari yang cerah di ibukota Lombardia, kami memulai perjalanan sekitar jam 9 pagi dari rumah penginapan menggunakan Metro nomor-1 berwarna merah ke arah Rho Fiera dan turun di stasiun Lotto. Dari sana kami lanjut menggunakan metro nomor-5 berwarna ungu dengan tujuan akhir stasiun San Siro Stadio. Metro jalur ini tidak mempunyai awak/pengemudi alias berjalan secara otomatis. Jarak dari stasiun Metro menuju stadion kira-kira 5 menit jalan kaki, sampai ke Ingresso / Gate 8. Di pintu masuk ini akan diperiksa tiket para pengunjung. Bagi yang belum memiliki tiket, tersedia konter penjualan tepat di pintu masuk. Kebetulan kami sudah membeli tiket secara online jauh hari sebelumnya jadi tidak perlu antri di depan loket. Harga tiket masuk tour stadion dan museum bervariasi mulai dari 12€ (untuk usia dibawah 14 tahun, diatas 65 tahun, dan pemegang kartu Siamo Noi), 17€ (untuk orang dewasa), dan anak dibawah 6 tahun juga orang dengan keterbatasan khusus tidak dipungut biaya. Bagi yang melakukan tour dengan rombongan berjumlah 20 sampai 49 orang dipatok seharga 14€ (dewasa), diatas 50 orang hanya seharga 12€ (dewasa). Tour stadion dan Museum San Siro dibuka setiap hari mulai pukul 9.30 sampai pukul 17.00. Pada hari dimana akan dilangsungkan event di stadion ini, tour tidak diadakan. Untuk itu sebelum menyusun rencana ada baiknya melihat kalender event di website resmi San Siro Milano. "Uno stadio, 2 Squadre, Il Loro Negozio" yang artinya satu stadion, dua tim, milik bersama. Tour dimulai, pengunjung dibawa masuk kedalam ruang ganti pemain. Kita akan melihat perbedaan besar antara ruang ganti pemain AC Milan dan Inter Milan di stadion Giuseppe Meazza. Ruang ganti AC Milan berupa jejeran tempat duduk satuan yang nyaman untuk setiap pemain utama, dan beberapa kursi terpisah untuk pemain muda yang jarang dimainkan. Sedangkan ruang ganti pemain Inter Milan jauh lebih sederhana, tidak ada kursi empuk yang eksklusif untuk setiap pemain melainkan hanyalah bangku panjang berbentuk lingkaran tanpa pembatas. Menurut guide, hal ini sejalan dengan filosofi Inter yang memang menerapkan prinsip kebersamaan dan kesederajatan pada setiap pemainnya. Meninggalkan ruang ganti, kamipun berjalan menuju ke lapangan melewati lorong yang biasanya juga dilalui para pemain yang akan bertanding. Tidak terbayangkan bahagianya bisa berada di tempat ini, stadion yang dipuja-puja semua Interisti (fans Inter Milan). Pada saat itu lapangan Giuseppe Meazza sedang di renovasi, berbenah menyambut dimulainya musim 2015/2016 Serie-A liga Italia. Setelah puas berfoto diatas rumput hijau kamipun mengambil tempat di tribun sambil pemandu menjelaskan seluk beluk tentang stadion ini. Stadion Giuseppe Meazza dibangun pada kurun waktu 1 Agustus 1925 sampai 15 September 1926. Saat ini kapasitas penonton mencapai 80.000 kursi. Giuseppe Meazza diambil dari nama pemain legendaris Inter Milan dan juga pahlawan tim nasional Italia. Tidak ada batasan waktu bagi pengunjung di dalam stadion, pintu keluar membawa kami tepat di depan San Siro Store. Konter yang menjual berbagai macam pernak-pernik kedua Tim mulai dari Jersey yang tentunya kualitas original, sepatu, juga perlengkapan sepakbola lainnya, sampai dengan aksesoris dari ukuran kecil, sedang hingga yang sangat besar. Harga yang dipatok cukup membuat kantong kering. Selanjutnya Museum San Siro menjadi bagian dari perjalanan hari ini. Ukuran museum tidak terlalu besar, berada dalam bangunan kotak yang agak terpisah dari stadion. Sebagai tampilan utama, museum ini memamerkan beberapa trofi yang berhasil diraih kedua klub diantaranya trofi juara Copa Italia, Uefa Cup, sampai yang paling fenomenal yaitu juara Europa Champions League. Masing-masing di sisi kiri dan kanan berdiri patung pemain legendaries Inter dan Milan, Javier Zanetti dan Paolo Maldini. Sisanya dibagi menjadi dua area yaitu sisi kanan memamerkan sejarah dan seluk-beluk klub Inter Milan sedangkan sisi kiri tentang klub AC Milan. Jajaran pemain bintang yang pernah merumput di San Siro bisa kita temui disini, lengkap dengan bekas jersey yang mereka gunakan. Pengalaman yang sangat berharga bisa bertandang ke markas klub pujaan Internazionale Milano, berharap suatu saat nanti bisa kembali untuk menyaksikan pertandingan. Mengingat saat itu musim Serie-A 2014/2015 sudah berakhir, dan tim sedang menjalani tour Internasional. Sayang sekali harapan untuk bisa bertemu salah satu pemain Inter harus ditunda.

Melihat lebih dekat kemegahan Stadion San Siro Milan

Masih menelusuri kota Milan, saat ini saya ajak pembaca sekalian melihat lebih dekat lagi stadion Giuseppe Meazza di San Siro. Bagi pecinta sepakbola pasti sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Ya, markas dua klub besar liga Italia, Inter Milan dan AC Milan. Seteru abadi yang memiliki fans fanatik tidak hanya di negara asal melainkan…

World Expo Milan 2015 part 4 : Pavilion Indonesia

Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang…