Awal bulan ini, tepatnya tanggal 1 dan 2 November saya bersama teman-teman berkesempatan mengunjungi kota Hamburg yang terkenal sebagai kota pelabuhan penting di Jerman. Bagi saya, ini kali ketiga menginjakkan kaki di kota ini setelah sebelumnya pernah mampir a.k.a transit di Hauptbahnhof dalam perjalanan pergi dan kembali dari Ostsee di negara bagian Schleswig-Holstein. Sebagaimana kota pelabuhan pada umumnya, Hamburg memiliki jumlah penduduk kedua terbanyak di Jerman setelah Berlin dan salah satu kota tersibuk di dunia. Sejarah yang saya baca, Hamburg berdiri sejak tahun 825 (wow!) dan menjadi pusat pengaruh Kristen terhadap para penduduk pra-Kristen di Eropa Utara. Pada tahun 845 sempat dihancurkan oleh kaum Viking namun dibangun lagi untuk selanjutnya dibumihanguskan sebanyak 8 kali selama kurum waktu 300 tahun. Meskipun berstatus kota pelabuhan, namun transportasi utama dari dan menuju Hamburg adalah Bahn (Kereta api). Hamburg Hauptbahnhof adalah stasiun kereta api utama kota ini yang diklasifikasikan sebagai stasiun kategori 1, yang artinya masuk dalam daftar stasiun terbesar dan terlengkap di Jerman. Diresmikan pada tahun 1906 untuk menggantikan 4 stasiun sebelumnya, Hamburg Hbf dioperasikan oleh DB station dan service AG. Arsitektur dari stasiun ini (sesuai pengamatan subjektif saya yang bukan pakar) dirancang menyerupai sebuah benteng kokoh yang nampak dari tampilan luarnya, namun dipadukan dengan gaya kuno seperti gudang mesin (sedikit bernuansa britania) di bagian dalam. Sempat hancur terkena dampak serius serangan bom sekutu saat perang dunia ke dua tanggal 9 November 1941. Hamburg Hauptbahnhof Tampak depan Hamburg Hauptbahnhof Hamburg Hauptbahnhof Bagian dalam Hamburg Hauptbahnhof Dengan rata-rata 450.000 penumpang per hari, menjadikan stasiun ini sebagai yang tersibuk seantero Jerman dan stasiun kereta tersibuk kedua di Eropa setelah stasiun Gare Du Nord di Paris. Menghubungkan kereta jarak jauh seperti Inter City Expres (ICE) dan Inter City (IC), juga Regional Bahn (RB) untuk jarak pendek, serta jaringan rel bawah tanah yaitu U-Bahn dan S-Bahn. Pangkalan bus antar kota, antar negara bagian, dan antar negara di Eropa juga berpusat di Hauptbahnhof. Menjadikan stasiun ini sangat penting bagi arus mobilisasi masyarakatnya. Hamburg Hauptbahnhof Suasana lalu lintas kereta di Hamburg Hauptbahnhof Hamburg Hauptbahnhof Pangkalan bus di Hamburg Hauptbahnhof Hamburg Hauptbahnhof terdiri dari 8 gleise utama untuk kereta jarak jauh maupun jarak dekat antar kota, 4 gleise S-Bahn yaitu kereta yang menghubungkan daerah-daerah dalam kota Hamburg, serta 6 gleise S-Bahn yaitu kereta dalam kota dengan jalur bawah tanah. Didalam bangunan Hauptbahnhof juga tersedia pusat-pusat perbelanjaan mulai dari kelas atas, menengah, hingga Kiosk. Hamburg Hauptbahnhof Pusat perbelanjaan di Hamburg Hauptbahnhof Saking besar dan sibuknya lalu lintas kereta di Hamburg Hauptbahnhof, saya mempunyai pengalaman yang seru dan sangat menantang ketika transit di stasiun ini beberapa bulan lalu. Waktu itu saya dalam perjalanan pulang dari kota Grömitz di negara bagian Schleswig-Holstein menuju Hannover tempat saya tinggal. Sesuai jadwal yang tertera di tiket, kereta ICE yang saya tumpangi dari Lübeck Hbf akan tiba di Hamburg Hbf pada pukul 13.50 untuk selanjutnya saya harus pindah kereta ICE dari Hamburg Hbf menuju Hannover Hbf pada pukul 13.53. Hallo ?!#* itu artinya saya hanya mempunyai waktu transit 3 menit. Ditambah lokasi tempat saya turun yaitu gleis 1 dan tempat mangkal kereta selanjutnya ada di gleis 8. Dengan segala daya upaya saya kerahkan, bersama 2 buah koper dan satu tas punggung yang super duper berat akhirnya singkat cerita saya berhasil masuk ke kereta pada detik-detik terakhir seiring bunyi alaram tanda pintu segera ditutup. Sepersekian detik keretapun berangkat sesuai jadwal (Bukan Jerman namanya kalau tidak tepat waktu). Tidak terbayangkan pengalaman saat itu, tidak ada lagi rasa lelah saat berlari menyebrag dari gleis 1 menuju gleis 8. Yang ada di pikiran hanyalah bagaimana langkah kaki saya bisa mendahului jarum detik jam demi tiket kereta yang sudah dibeli. Kuncinya hanya satu, lari sekuat tenaga! Jangan hiraukan orang yang ada di depan kita… hahaha. Biasanya ketika ada yang menghalangi di depan, dengan sopannya saya akan berkata “enstschuldigung” sebagai ucapan minta permisi untuk lewat. Namun di saat-saat genting seperti ini saya gunakan kalimat pamungkas untuk meminta orang didepan supaya sorong : “weg! weg! weg!”. Hahaha, pengalaman siang itu di Hamburg Hauptbahnhof akan selalu diingat sebagai kenangan “Mengejar kereta di Jerman”. Beda-beda tipis dengan lagunya Arie Lasso, Mengejar Matahari. Hamburg Hauptbahnhof Foto kenang kenangan di Hamburg Hauptbahnhof Hamburg Hauptbahnhof Saya dan Marla Hamburg Hauptbahnhof Bersama teman-teman di Halte U-Bahn Hamburg Hauptbahnhof

Hamburg Hauptbahnhof : Stasiun Kereta tersibuk di Jerman

Awal bulan ini, tepatnya tanggal 1 dan 2 November saya bersama teman-teman berkesempatan mengunjungi kota Hamburg yang terkenal sebagai kota pelabuhan penting di Jerman. Bagi saya, ini kali ketiga menginjakkan kaki di kota ini setelah sebelumnya pernah mampir a.k.a transit di Hauptbahnhof dalam perjalanan pergi dan kembali dari Ostsee di negara bagian Schleswig-Holstein. Sebagaimana kota…