Postingan ini adalah lanjutan dari cerita kunjungan kami ke pameran dunia di Milan Italy (WEM 2015 part 1 : negara-negara benua Amerika). Seperti yang sudah diprediksi, negara-negara di benua biru akan menampilkan kecanggihan teknologi dan industri yang mereka punya dalam menghasilkan bahan-bahan makanan. Diawali dengan Pavilion Irlandia yang minimalis bertingkat berisi miniatur proses pengolahan hasil pertanian dan kuliner yang mereka punya, diikuti Republik Cheko yang ramai dengan pengunjung yang memanfaatkan kolam renang gratis di depan Pavilion. Tidak ketinggalan negara-negara Eropa lainnya seperti Lithuania, Belarusia, Polandia, Vatikan, Swiss, Turkey, Austria, Monaco, Slovakia, Estonia, Slovenia, Romania, dan Hungaria bersaing menampilkan keunikan dan daya tarik kuliner masing-masing. Bagaimana dengan negara-negara maju Eropa seperti Jerman, Rusia, Perancis, Inggris, Belanda, Spanyol, dan tuan rumah Italy ? Berikut ini penampakannya. Pavilion Jerman tampil dengan gaya Futuristik, mengajak pengunjung menyaksikan sumber daya alam melalui pertanian dan keindahan pariwisata masing-masing negara bagian di Jerman. Paviliun Rusia tampil dengan megah lewat bangunan cermin yang menjulang tinggi, berbeda dengan Pavilion Belanda yang dibuat menyerupai suasana festival dengan berbagai macam konter penjualan makanan khas Belanda. Pavilion Prancis dibuat bernuansa alami, dimana terdapat kebun jangung sebagai pintu masuk menuju bangunan tinggi berdinding kayu yang tidak jauh berbeda dengan Pavilion Inggris. Dibuat serupa taman dengan jalan yang berliku-liku hingga sampai ke bangunan utama. Makanan di Pavilion Inggris ini yang katanya enak-enak dan murah. Tapi saya sendiri tidak sempat mencobanya :D Didepan Pavilion Spanyol terdapat layar raksasa berbentuk koper yang mengisyaratkan negara ini sebagai pusat tujuan liburan di wilayah eropa. Bagaimana dengan pavilion tuan rumah Italy ? Mereka menampilkan restoran-restoran khas negeri Pizza yang terkenal kelezatannya. Sepertinya karena mereka sebagai tuan rumah, pavilion negara ini adalah yang terluas. Ikon WEM 2015 yaitu berupa pohon kehidupan (Tree of life) juga berada disini.

World Expo Milan 2015 part 2 : negara-negara benua Eropa

Postingan ini adalah lanjutan dari cerita kunjungan kami ke pameran dunia di Milan Italy (WEM 2015 part 1 : negara-negara benua Amerika). 2. Pavilion negara-negara benua Eropa Seperti yang sudah diprediksi, negara-negara di benua biru akan menampilkan kecanggihan teknologi dan industri yang mereka punya dalam menghasilkan bahan-bahan makanan. Diawali dengan Pavilion Irlandia yang minimalis bertingkat…

Setelah sekian lama tertunda akibat padatnya aktifitas akhirnya postingan ini boleh selesai dan diluncurkan. Masih seputar liburan kami di Milan Italy pada musim panas 2015. Meskipun sudah terlampau jauh, hampir setengah tahun yang lalu namun tidak ada salahnya (dibuang sayang). Kali ini seputar pameran dunia lima tahunan sekali atau lebih keren disebut World Expo. Seperti namanya, WEM 2015 (World Expo Milan) melibatkan negara-negara di dunia yang saat itu mengusung tema “Feeding the Planet – Energy for life”. Sebenarnya saya tertarik mengunjungi event ini karena pernah mendengar cerita kemegahannya ketika dilaksanakan di Hannover Jerman tahun 2000 silam. Sekedar informasi, konon katanya kota Hannover Jerman sampai dirombak sedemikian rupa guna menyambut pelaksanaan event ini, hingga akhirnya menyisahkan deretan bangunan sisa-sisa Expo 2000 yang sebagian masih digunakan sampai sekarang. Kembali ke Milan, pelaksanaan WEM 2015 dimulai sejak tanggal 1 Mai sampai 31 Oktober 2015. Bertempat di lokasi pameran Rho Fiera Milan, tiket masuk per orang seharga 34€ yang sudah kami beli jauh hari sebelumnya melalui penjualan tiket online, sehingga tidak harus berlama-lama mengikuti antrian di loket dekat pintu masuk. Luasnya lokasi pameran ini sudah terlihat sejak pintu masuk dimana kami harus berjalan kaki selama kira-kira 45 menit baru bisa mencapai area utama. Sistem pengamanan sangat ketat diterapkan disini, pengunjung diharuskan melewati Metal Detector dan pemeriksaan barang bawaan secara manual.

World Expo Milan 2015 part 1 : negara-negara benua Amerika

Setelah sekian lama tertunda akibat padatnya aktifitas akhirnya postingan ini boleh selesai dan diluncurkan. Masih seputar liburan kami di Milan Italy pada musim panas 2015. Meskipun sudah terlampau jauh, hampir setengah tahun yang lalu namun tidak ada salahnya (dibuang sayang). Kali ini seputar pameran dunia lima tahunan sekali atau lebih keren disebut World Expo. Seperti…

Selfie tidak ada salahnya daripada kamera dibawa kabur :D

Gallery Foto Duomo Milano & Vittorio Emanuele II

Galleri foto ini adalah bagian dari postingan sebelumnya: liburan di Milan Italia (1) Duomo Milano & Vittorio Emanuele II. Awal menginjakkan kaki di kota ini, kesan buruk banyak kami temui. Mungkin karena terlanjur terbiasa dengan situasi di Jerman sehingga melihat sampah yang banyak berserakan di stasiun kereta menjadi pemandangan yang aneh. Tiba di Piazza del…

Kami di halaman depan Katedral Milano

Liburan di Milan Italia: Duomo Milano & Galleria Vittorio Emanuele II

Hallöle… Senang bisa kembali menulis tentang pengalaman traveling saya bersama Marla, setelah sekian lama disibukkan dengan segala aktifitas di dunia nyata. Tujuan wisata musim panas tahun ini yaitu Milan Italia. Padahal niat untuk ke Milan belum terpikirkan sebelumnya, karena sampai satu bulan menjelang waktu liburan kami sudah sepakat untuk ke Amsterdam Belanda. Tetapi karena satu…

Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cukup rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Stuttgart Hauptbahnhof Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang rindang. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Pemandangan kota Stuttgart Tiba di stasiun Bad Cannstatt, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Saya pun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Halte Mercedes-Benz Welt Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Menurut artikel yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi !”, hahaha. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Museum Mercedes Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya.Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Daun semanggi Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio dari Belanda dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman bahkan Eropa. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya.

Gallery Foto Museum Mercedes-Benz Stuttgart

Ketika mengenang kembali sejarah Mercedes-Benz sejak tahun 1886, harus diakui pabrikan mobil tertua di dunia ini adalah yang terbaik di kelasnya. Kisah sukses mereka berlanjut hingga saat ini dimana revolusi teknik berkembang dengan cepat seiring inovasi-inovasi yang diciptakan. Disini, semua tersaji secara lengkap bagaimana perjalanan jatuh bangun perindustrian mobil di Jerman bahkan Eropa. Menjadi tempat…

Setelah melihat koleksi mobil antik bersejarah Mercedes-Benz yang diurut sesuai masanya (Intip koleksi Museum Mercedes-Benz bagian 1: Legende), pengunjung kemudian akan melihat pameran mobil dari berbagai zaman. Disini pameran tidak diatur dalam konteks kronologis seperti sebelumnya melainkan lebih bersifat tematis. Collection Tema ini diberi nama "Collection" yang menampilkan pengunaan mobil Mercedes-Benz dalam kehidupan manusia sehari-hari, juga beberapa peristiwa penting dimana melibatkan mobil Mercedes-Benz di dalamnya, serta koleksi para artis dan tokoh-tokoh terkenal dunia. Tema "Collection" terbagi atas beberapa bagian dengan ruangan yang terpisah yaitu Gallery of Voyagers, Gallery of Carriers, Gallery of Helpers, dan Gallery of Celebrities.

Intip Koleksi Museum Mercedes-Benz di Stuttgart (Bagian 2: Collection)

Setelah melihat koleksi mobil antik bersejarah Mercedes-Benz yang diurut sesuai masanya (Intip koleksi Museum Mercedes-Benz bagian 1: Legende), pengunjung kemudian akan melihat pameran mobil dari berbagai zaman. Disini pameran tidak diatur dalam konteks kronologis seperti sebelumnya melainkan lebih bersifat tematis. Collection Tema ini diberi nama “Collection” yang menampilkan pengunaan mobil Mercedes-Benz dalam kehidupan manusia sehari-hari,…

Liberty Meivert Rumagit

Intip koleksi museum Mercedes-Benz di Stuttgart (Bagian 1: Legend)

Ini adalah postingan lanjutan dari pengalaman saya mengunjungi Markas Mercedes-Benz di Stuttgart. Bagaimana bisa sampai ke tempat aneh nan menakjubkan ini ? silahkan baca tulisan sebelumnya: (Museum Mercedes-Benz). Setelah sempat terheran-heran melihat bentuk bangunan dari luar saya pun masuk bersama pengunjung lain yang pada hari itu sangat ramai. Berikut ini penggolongan jenis dan harga tiket…

Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya.

Bertandang ke Museum Mercedes-Benz Stuttgart

Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang…

Angkutan umum di Berlin

Tarif Tiket Angkutan Umum di Berlin

Kota Berlin memiliki banyak objek-objek wisata yang sayang sekali kalau dilewatkan. Pengalaman kami dua hari liburan di Berlin tidak bisa menjangkau semuanya itu, masih berharap suatu saat nanti kembali ke ibukota negara ini karena ada beberapa tempat penting yang ingin sekali dikunjungi. Pada dasarnya sistem transportasi di Berlin sangat memudahkan para wisatawan untuk melakukan mobilitas…

Transportasi Umum di Berlin Jerman

Mengenal Transportasi Umum di Kota Berlin

Sebagai ibukota negara juga kota pariwisata tentunya salah satu aspek yang terpenting adalah sarana transportasi umum. Seperti umumnya kota-kota di Jerman, Berlin memiliki sarana transportasi dengan infrastruktur yang modern dan saling terhubung. Kenyamanan dalam mobilitas masyarakat maupun wisatawan menjadi prioritas di Berlin. Salah satu bukti bahwa Pemerintah serius menjadikan Berlin sebagai kota tujuan wisata dunia…