Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cukup rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Stuttgart Hauptbahnhof Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang rindang. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Pemandangan kota Stuttgart Tiba di stasiun Bad Cannstatt, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Saya pun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Halte Mercedes-Benz Welt Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Menurut artikel yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi !”, hahaha. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Museum Mercedes Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya.Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Daun semanggi Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio dari Belanda dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman bahkan Eropa. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya.

Gallery Foto Museum Mercedes-Benz Stuttgart

Ketika mengenang kembali sejarah Mercedes-Benz sejak tahun 1886, harus diakui pabrikan mobil tertua di dunia ini adalah yang terbaik di kelasnya. Kisah sukses mereka berlanjut hingga saat ini dimana revolusi teknik berkembang dengan cepat seiring inovasi-inovasi yang diciptakan. Disini, semua tersaji secara lengkap bagaimana perjalanan jatuh bangun perindustrian mobil di Jerman bahkan Eropa. Menjadi tempat…

Setelah melihat koleksi mobil antik bersejarah Mercedes-Benz yang diurut sesuai masanya (Intip koleksi Museum Mercedes-Benz bagian 1: Legende), pengunjung kemudian akan melihat pameran mobil dari berbagai zaman. Disini pameran tidak diatur dalam konteks kronologis seperti sebelumnya melainkan lebih bersifat tematis. Collection Tema ini diberi nama "Collection" yang menampilkan pengunaan mobil Mercedes-Benz dalam kehidupan manusia sehari-hari, juga beberapa peristiwa penting dimana melibatkan mobil Mercedes-Benz di dalamnya, serta koleksi para artis dan tokoh-tokoh terkenal dunia. Tema "Collection" terbagi atas beberapa bagian dengan ruangan yang terpisah yaitu Gallery of Voyagers, Gallery of Carriers, Gallery of Helpers, dan Gallery of Celebrities.

Intip Koleksi Museum Mercedes-Benz di Stuttgart (Bagian 2: Collection)

Setelah melihat koleksi mobil antik bersejarah Mercedes-Benz yang diurut sesuai masanya (Intip koleksi Museum Mercedes-Benz bagian 1: Legende), pengunjung kemudian akan melihat pameran mobil dari berbagai zaman. Disini pameran tidak diatur dalam konteks kronologis seperti sebelumnya melainkan lebih bersifat tematis. Collection Tema ini diberi nama “Collection” yang menampilkan pengunaan mobil Mercedes-Benz dalam kehidupan manusia sehari-hari,…

Liberty Meivert Rumagit

Intip koleksi museum Mercedes-Benz di Stuttgart (Bagian 1: Legend)

Ini adalah postingan lanjutan dari pengalaman saya mengunjungi Markas Mercedes-Benz di Stuttgart. Bagaimana bisa sampai ke tempat aneh nan menakjubkan ini ? silahkan baca tulisan sebelumnya: (Museum Mercedes-Benz). Setelah sempat terheran-heran melihat bentuk bangunan dari luar saya pun masuk bersama pengunjung lain yang pada hari itu sangat ramai. Berikut ini penggolongan jenis dan harga tiket…

Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya.

Bertandang ke Museum Mercedes-Benz Stuttgart

Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang…