lagu bahasa jerman

Philipp Dittberner – Das ist dein Leben

Das ist dein Leben Da draußen tobt doch alles weiter, auch wenn ich heute nicht mehr wär’. Die Leute kaufen teure Dinge. Das Leben ist und bleibt unfair. Wir trinken Wein an meinem Fenster. Im Rausch schauen wir dem Ganzen zu. Und müssen beide wieder lachen, irgendwie gehören wir doch dazu. Das ist dein Leben,…

Selfie tidak ada salahnya daripada kamera dibawa kabur :D

Gallery Foto Duomo Milano & Vittorio Emanuele II

Galleri foto ini adalah bagian dari postingan sebelumnya: liburan di Milan Italia (1) Duomo Milano & Vittorio Emanuele II. Awal menginjakkan kaki di kota ini, kesan buruk banyak kami temui. Mungkin karena terlanjur terbiasa dengan situasi di Jerman sehingga melihat sampah yang banyak berserakan di stasiun kereta menjadi pemandangan yang aneh. Tiba di Piazza del…

Kami di halaman depan Katedral Milano

Liburan di Milan Italia: Duomo Milano & Galleria Vittorio Emanuele II

Hallöle… Senang bisa kembali menulis tentang pengalaman traveling saya bersama Marla, setelah sekian lama disibukkan dengan segala aktifitas di dunia nyata. Tujuan wisata musim panas tahun ini yaitu Milan Italia. Padahal niat untuk ke Milan belum terpikirkan sebelumnya, karena sampai satu bulan menjelang waktu liburan kami sudah sepakat untuk ke Amsterdam Belanda. Tetapi karena satu…

Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cukup rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Stuttgart Hauptbahnhof Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang rindang. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Pemandangan kota Stuttgart Tiba di stasiun Bad Cannstatt, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Saya pun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Halte Mercedes-Benz Welt Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Menurut artikel yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi !”, hahaha. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Museum Mercedes Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya.Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Daun semanggi Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio dari Belanda dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman bahkan Eropa. Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya. Koleksi museum Mercedes-Benz Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya.

Gallery Foto Museum Mercedes-Benz Stuttgart

Ketika mengenang kembali sejarah Mercedes-Benz sejak tahun 1886, harus diakui pabrikan mobil tertua di dunia ini adalah yang terbaik di kelasnya. Kisah sukses mereka berlanjut hingga saat ini dimana revolusi teknik berkembang dengan cepat seiring inovasi-inovasi yang diciptakan. Disini, semua tersaji secara lengkap bagaimana perjalanan jatuh bangun perindustrian mobil di Jerman bahkan Eropa. Menjadi tempat…

Setelah melihat koleksi mobil antik bersejarah Mercedes-Benz yang diurut sesuai masanya (Intip koleksi Museum Mercedes-Benz bagian 1: Legende), pengunjung kemudian akan melihat pameran mobil dari berbagai zaman. Disini pameran tidak diatur dalam konteks kronologis seperti sebelumnya melainkan lebih bersifat tematis. Collection Tema ini diberi nama "Collection" yang menampilkan pengunaan mobil Mercedes-Benz dalam kehidupan manusia sehari-hari, juga beberapa peristiwa penting dimana melibatkan mobil Mercedes-Benz di dalamnya, serta koleksi para artis dan tokoh-tokoh terkenal dunia. Tema "Collection" terbagi atas beberapa bagian dengan ruangan yang terpisah yaitu Gallery of Voyagers, Gallery of Carriers, Gallery of Helpers, dan Gallery of Celebrities.

Intip Koleksi Museum Mercedes-Benz di Stuttgart (Bagian 2: Collection)

Setelah melihat koleksi mobil antik bersejarah Mercedes-Benz yang diurut sesuai masanya (Intip koleksi Museum Mercedes-Benz bagian 1: Legende), pengunjung kemudian akan melihat pameran mobil dari berbagai zaman. Disini pameran tidak diatur dalam konteks kronologis seperti sebelumnya melainkan lebih bersifat tematis. Collection Tema ini diberi nama “Collection” yang menampilkan pengunaan mobil Mercedes-Benz dalam kehidupan manusia sehari-hari,…

Liberty Meivert Rumagit

Intip koleksi museum Mercedes-Benz di Stuttgart (Bagian 1: Legend)

Ini adalah postingan lanjutan dari pengalaman saya mengunjungi Markas Mercedes-Benz di Stuttgart. Bagaimana bisa sampai ke tempat aneh nan menakjubkan ini ? silahkan baca tulisan sebelumnya: (Museum Mercedes-Benz). Setelah sempat terheran-heran melihat bentuk bangunan dari luar saya pun masuk bersama pengunjung lain yang pada hari itu sangat ramai. Berikut ini penggolongan jenis dan harga tiket…

Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang adalah stadion utama milik klub sepakbola VfB Stuttgart. Untuk menuju ke tempat ini kita bisa menggunakan U-Bahn maupun Bus. Tapi perlu diketahui bahwa U-Bahn menuju ke lokasi museum dan stadion hanya beroperasi jika ada event besar yang dilaksanakan. Contohnya di hari pertandingan klub VfB Stuttgart atau pesta rakyat disekitaran stadion. Dari Hauptbahnhof saya menggunakan U-Bahn nomor 1 arah Vaihingen Bf dan turun di stasiun Charlottenplatz. Selain itu kita bisa juga menggunakan U-Bahn nomor 3, 6, 8 dan 18 karena kelima jurusan ini sama-sama melewati stasiun Charlottenplatz. Stuttgart Hauptbahnhof adalah stasiun yang sangat besar dengan lalu-lintas kereta yang padat dan cupuk rumit. Diperlukan ketelitian dalam membaca peta dan petunjuk menuju ke gleis (peron) yang ingin dituju. Dari stasiun Charlottenplatz saya melanjutkan perjalanan menggunakan U-Bahn nomor 2 arah Neugereut dan turun di stasiun Bad Cannstatt. Alternatif lain adalah U-Bahn nomor 1 arah Fellbach Lutherkirche yang juga akan singgah di stasiun Bad Cannstatt. Dalam perjalanan, sekilas pandang kota Stuttgart jauh dari kesan modern. Mulai dari bangunan, sarana lalu-lintas, juga pemandangan masih terlihat tradisional dengan barisan bukit yang memagari sisi luar kota ini. Rumah-rumah khas jerman kuno terkadang berjajar tidak rapi diatas bebukitan bersama pepohonan yang kala itu tidak berdaun. Tiba di stasiun Charlottenplatz, sebenarnya bisa dilanjutkan dengan U-Bahn nomor 19 arah Daimler-Stadion. Namun seperti yang saya sampaikan tadi bahwa jalur ini hanya beroperasi pada hari-hari khusus atau jika ada pelaksanaan event besar. Mengingat hari itu tidak ada acara apapun, makanya U-Bahn yang dimaksud tidak beroperasi. Sayapun melanjutkan dengan bus nomor 56 arah Mercedes-Benz Welt dan turun di halte tersebut. Tepat disebelahnya berdiri megah bangunan berbentuk aneh bertuliskan Mercedes-Benz Museum. Seperti yang saya baca bahwa bangunan ini didasarkan pada konsep daun semanggi yang unik dengan menggabungkan tiga lingkaran yang tumpang tindih membentuk atrium segitiga. Lucu juga, kenapa sampai idenya diambil dari daun semanggi saya juga tidak tahu. Mungkin karena “Semanggi” adalah singkatan dari “Semangat tinggi”, hahaha. Bangunan yang berdiri langsung di luar gerbang utama pabrik Daimler di Stuttgart ini dirancang oleh UN Studio (PBB) dan selesai untuk kemudian dibuka secara resmi pada tanggal 19 Mei 2006. Untuk atriumnya terdapat dua bidang miring yang dibuat serupa dengan double helix bentuk DNA (Trefoil) dari atas ke bawah. Konsep untuk perluasan museum dikembangkan oleh Stuttgart HG Merz. Ketika mengunjungi museum ini kita akan diajak melihat kilas balik perjalanan 120 tahun sejarah otomotif yang didalamnya menggambarkan betapa Mercedes-Benz sangat berpengaruh di Jerman. Penasaran melihat apa saja isi di dalam museum Mercedes-Benz Stuttgart ini ?, akan saya tulis dalam postingan selanjutnya.

Bertandang ke Museum Mercedes-Benz Stuttgart

Moin ! Sebulan yang lalu tepatnya tanggal 24 Februari saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat wisata terkenal di kota Stuttgart yaitu Museum Mercedes-Benz. Ibukota negara bagian Baden-Württemberg ini memang merupakan pusat dan cikal-bakal berdirinya pabrikan otomotif terkenal dunia antara lain Mercedez Benz dan Porsche. Museum Mercedes-Benz berada di Mercedesstr. 10, bersebelahan dengan Mercedes-Benz arena yang…

Tragedi kecelakaan pesawat Airbus A320 milik maskapai penerbangan Germanwings yang merupakan anak perusahan dari Lufthansa pada hari Selasa tanggal 24 Maret kemarin masih menjadi berita utama semua media cetak maupun elektronik Jerman hingga Rabu pagi hari ini. Lokasi kejadian yaitu di Pegunungan Alpen dekat daerah Digne wilayah teritorial negara Prancis, masih menyimpan tanda tanya penyebab kecelakaan. Postingan ini adalah lanjutan dari kronologi setelah kecelakaan terjadi. Dua bagian sebelumnya dapat dilihat di: Ekslusif (1) dan Ekslusif (2). Sumber tulisan ini dikumpulkan dari beberapa situs online resmi berbahasa Jerman dan kemudian saya terjemahkan ke Bahasa Indonesia untuk menggambarkan kepada teman-teman sekalian betapa tragedi kecelakaan pesawat ini menjadi duka yang mendalam bagi segenap rakyat Jerman, Spanyol bahkan pun Perancis. Pukul 15:50: Tim penyelamat jatuhnya pesawat Germanwings akan membutuhkan waktu beberapa hari, kata seorang pejabat. BREAKING French officer at #Germanwings crash site says no apparent survivors; recovery likely to take days http://t.co/wFg8KTSve2— AirLive.net (@airlivenet) March 24, 2015 Pukul 16:06: Vladimir Putin telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan keluarga korban. Putin juga menyampaikan simpatinya kepada Raja Spanyol Philip VI. "Rusia juga merasakan kesedihan mereka yang telah kehilangan orang yang dicintai dalam tragedi ini," kata Putin. Pukul 16:02: Terdapat kemungkinan ada penumpang yang selamat. David Galtier mengatakan melalui pemancar Frande: "Kebutuhan yang paling mendesak adalah untuk memulihkan korban secepat mungkin, kita (mungkin) telah melihat tubuh yang bergerak." Général David Galtier : "l'urgence c'est de secourir les éventuels survivants, on aurait aperçu un corps qui bouge" #crashA320— Haute-Provence Info (@HPInfo) March 24, 2015 Pukul 16:29: Menteri Luar Negeri Steinmeier dan Menteri Transportasi Dobrindt sudah dalam perjalanan mereka ke tempat kecelakaan. Minister #Steinmeier+#Dobrindt auf dem Weg zum Unglücksort. Enge Koordinierung mit #Frankreich. #GermanWings #4U9525 pic.twitter.com/qac6PkbVV4— Auswärtiges Amt (@AuswaertigesAmt) March 24, 2015 Pukul 16:35: Sementara itu muncul gambar pertama yang dirilis dari lokasi kecelakaan. Another photo of the crash site of #Germanwings flight #4U9525. (@BILD_News) pic.twitter.com/aFAbS1DLvf— Breaking News (@NewsOnTheMin) March 24, 2015 Foto dari lokasi kecelakaan pesawat Germanwings Foto dari lokasi kecelakaan pesawat Germanwings Pukul 16:44: Untuk mengenang korban dalam kecelakaan pesawat naas ini tim nasional Jerman akan mengenakan ban hitam pada lengan juga mengheningkan cipta pada pertandingan persahabatan melawan Austaria hari rabu nanti. Hal ini disampaikan oleh Presiden DFB Wolfgang Niersbach disela-sela kongres UEFA di Wina. Pukul 16:47: Pernyataan dari Gedung Putih Washington DC Amerika Serikat: Tidak ada bukti bahwa serangan teroris telah menyebabkan jatuhnya A320, kata seorang juru bicara. Pukul 16:55: Menurut MEP Perancis bahwa pesawat Germanwings yang mengalami kecelakaan sepenuhnya hancur menjadi puing-puing. "Pesawat ini benar-benar hancur," tulis Christophe Castaner, wakil Alpes-de-Haute-Provence di Twitter. Dia telah terbang di atas lokasi kecelakaan bersama dengan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve. "Gambar mengerikan gunung ini. Ini tidak lain hanyalah puing-puing dan mayat." #Barcelonnette #GermanWings #Digne #A320 Images épouvantables dans ce paysage de montagne. Il ne reste rien que des débris et des corps.— Christophe Castaner (@CCastaner) March 24, 2015 Pukul 17:02: Kota kecil di Spanyol bernama Llinars del Valles merasakan duka yang mendalam. Kota di dekat Barcelona itu baru saja menjamu 16 siswa dari Northrein Westfallen sebagai pertukaran pelajar. Mereka menjadi bagian dari penumnpang pesawat Germanwings yang berniat untuk kembali pulang ke Jerman. Keluarga tempat para siswa ini menginap selama menjalani program pertukaran pelajar sempat mengantar keberangkatan mereka sampai di stasiun pada pagi hari. kata juru bicara pemerintah kota, Josep Aixandri. "Dari sana, mereka naik kereta api ke bandara Barcelona." Kotak hitam pesawat Germanwings ditemukan Pukul 17:08: laporan media Prancis, bahwa kotak hitam dari pesawat yang jatuh telah ditemukan: BREAKING UPDATE: One of the two Black Boxes from flight #4U9525 has been found. pic.twitter.com/vA1CQCCXRl— Breaking News (@NewsOnTheMin) March 24, 2015 Pukul 17:12: Industri penerbangan Jerman merespon dengan sangat kecewa terhadap kecelakaan pesawat Germanwings. "Kabar buruk yang datang dari tenggara Perancis ini sangat membuat kami terguncang" ungkap presiden asosiasi industri transportasi udara (BDL), bandara (ADV) dan maskapai penerbangan (BDF), Klaus-Peter Siegloch, Michael Kerkloh dan Ralf Teckentrup. "Kami masih belum tahu apa yang terjadi. Tapi Keluarga dan teman-teman dari para penumpang dan awak pesawat 4U9525 harus mengetahui bahwa dalam masa-masa sulit itu kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya," katanya dalam sebuah pernyataan. Pukul 17:13: Surat kabar "Le Dauphine" merilis gambar baru dari lokasi kecelakaan. Asap putih masih mengepul dari lokasi kecelakaan. @ledauphine publishes http://t.co/2s65NJWXJp new photo's of #germanwings site. Appear to be taken f/t ground. #4U9525 pic.twitter.com/YJ2MkzE84Y— Bram Talman (@multesimus) March 24, 2015 Pukul 17:19: Kepolisian Perancis membuat zona larangan terbang di sekitar titik jatuhnya pesawat Germanwings. Dilarang keras melakukan penerbangan diatas lokasi kecelakaan, seperti yang juga disampaikan oleh Tentara Nasional Perancis melalui Twitter. #Germanwings La zone du #CrashA320 du vol #4U9525 est bouclée. Le survol aérien y est interdit par arrêté préfectoral pic.twitter.com/3qJC8G2tmR— GendarmerieNationale (@Gendarmerie) March 24, 2015 Pukul 17:26: Menurut Menteri Dalam Negeri Perancis bahwa sampai saat ini telah dikerahkan 300 petugas pemadam kebakaran, 300 tentara nasional dan sepuluh helikopter dan jet tempur untuk penyelamatan maupun evakuasi. Pukul 17:39: Semua stasiun televisi di Jerman merubah jadwal tayang program mereka dengan liputan khusus juga diskusi mengenai kecelakaan pesawat ini. Pukul 17:42: Pihak maskapai Germanwings kembali akan menggelar keterangan pers pada pukul 18.30 di Leonardo Hotel Cologne / Bonn Airport. Pukul 18:21: Surat kabar Perancis "Le Figaro" telah merilis video pertama dari lokasi kecelakaan. La première vidéo des débris du crash #Germanwings #crash #A320 >> http://t.co/fhkJ5pCGfu pic.twitter.com/80vlY3wKZ1— Le Figaro (@Le_Figaro) March 24, 2015 Pukul 18:44: Baru saja dimulai konferensi pers kedua dari pihak maskapai Germanwings. Kepala maskapai, Thomas Winkelmann mengatakan bahwa ia masih belum bisa memberikan daftar nama-nama penumpang. Pukul 18:46: Winkelmann juga menjelaskan bahwa selain ahli dari Perancis dan teknisi dari Airbus, Lufthansa dan Germanwings juga berada di tempat kejadian untuk mencari penyebab kecelakaan itu sesegera mungkin. Menurut seorang wartawan dari saluran N24, evakuasi terkendala kondisi yang gelap dan hujan salju ringan, bagaimanapun membuat evakuasi sulit dilakukan. Evakuasi juga dapat memakan waktu beberapa minggu. Traurige erste Bilder von der Absturzstelle #4U9525 #GermanWings #A320 http://t.co/yO9NDtU278— tagesschau (@tagesschau) March 24, 2015 Pukul 18:50: Konferensi pers yang kedua dari pihak Germanwings berlangsung hanya beberapa menit, para wartawan tidak bisa mengajukan pertanyaan. Tapi Winkelmann mengumumkan untuk tampil di hadapan pers lagi pada Rabu pagi. Pukul 19:17: Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis bahwa kotak hitam pesawat yang sudah ditemukan dapat dievaluasi malam hari itu. Pukul 19:47: Setelah kecelakaan pesawat Germanwings pada rute Barcelona Dusseldorf, maskapai ini akhirnya membatalkan penerbangan dari Madrid ke Dusseldorf melalui pemberitahuan singkat. Penumpang yang penerbangannya dibatalkan disediakan hotel untuk menginap. Pukul 19:49: Spanyol menyatakan kondisi berduka secara nasional selama tiga hari. Ini diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria. Dia juga mengatakan bahwa Spanyol akan berpartisipasi dalam penyelidikan untuk mengklarifikasi penyebab bencana. Jumlah pasti korban Spanyol bencana belum bisa dipastikan. Sejauh ini hanya diketahui bahwa mereka menjadi bagian dari 45 penumpang dengan nama keluarga Spanyol. Pukul 20:31: Presiden AS Barack Obama menyampaikan pesan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarnya. Dia menggambarkan kecelakaan itu sebagai "peristiwa tragis karena mengakibatkan kematian begitu banyak anak-anak." Pukul 20:40: "Spiegel online" melaporkan bahwa beberapa kru Germanwings kini menolak untuk melakukan penerbangan yang terjadwal - mungkin karena masalah keamanan. Pukul 20:43: Saat ini beberapa penerbangan Germanwings dibatalkan. Di Dusseldorf, Paris, Hamburg, London, Madrid, Stockholm dan Köln. Pukul 23:04: Pihak maskapai Germanwings secara resmi menyatakan bahwa saat ini hampir semua jadwal penerbangan mereka dibatalkan. "Kami benar-benar memiliki beberapa pembatalan penerbangan di Dusseldorf dan Stuttgart karena awak tidak mau untuk terbang, jadi dinyatakan tidak layak terbang," kata CEO maskapai Thomas Winkelmann. Saya akhiri liputan tentang situasi yang berkembang di Jerman pasca terjadinya kecelakaan maut pesawat Airbus milik maskapai penerbangan Germanwings sampai pada hari Selasa, 25 Maret tengah malam. Berikut beberapa intisari berita yang beredar setelah kejadian ini (Eksklusif libertymr.com) : Pesawat Germanwings A320 jatuh di Perancis Kontak dengan pilot terhenti pada pukul 10:53 150 orang tercatat sebagai penumpang penerbangan dengan nomor 4U9525 Kecelakaan terjadi di Prads-Haute-Bléone Perancis Secara resmi dinyatakan tidak ada penumpang selamat 67 warga negara Jerman menjadi korban Diantara para penumpang yang menjadi korban terdapat 16 siswa dan dua orang guru Kotak hitam pesawat telah ditemukan Penyebab kecelakaan dan data resmi penumpang yang menjadi korban belum diketahui

EKSKLUSIF (3) Kronologi setelah Jatuhnya Airbus A320 milik maskapai Germanwings

Tragedi kecelakaan pesawat Airbus A320 milik maskapai penerbangan Germanwings yang merupakan anak perusahan dari Lufthansa pada hari Selasa tanggal 24 Maret kemarin masih menjadi berita utama semua media cetak maupun elektronik Jerman hingga Rabu pagi hari ini. Lokasi kejadian yaitu di Pegunungan Alpen dekat daerah Digne wilayah teritorial negara Prancis, masih menyimpan tanda tanya penyebab…

Hingga saat saya menulis postingan ini, televisi Jerman masih terus secara intensif membahas tentang kecelakaan pesawat Airbus milik Germanwings di pegunungan Alpen Perancis. Kurang lebih setiap 10 menit para reporter melalui Breaking News melaporkan secara langsung dari tempat kejadian maupun dari kantor-kantor otoritas yang terkait dengan kecelakaan yang terjadi Selasa kemarin. Saya masih mencoba untuk menuliskan kronologi berita-berita utama di Jerman sejak terjadinya kecelakaan. Sumber tulisan ini dikumpulkan dari beberapa situs online berbahasa Jerman dan kemudian saya terjemahkan ke Bahasa Indonesia untuk menggambarkan kepada teman-teman sekalian betapa tragedi kecelakaan pesawat ini menjadi duka yang mendalam bagi segenap rakyat Jerman, Spanyol bahkan pun Perancis. Sebelumnya saya sarankan untuk membaca bagian pertama yaitu Eksklusif (1) Kronologi setelah jatuhnya Airbus A320 milik Germanwings. Berikut ini lanjutannya : Pukul 13:48: Pihak berwenang kini menegaskan bahwa pesan terakhir yang diterima dari pesawat Germanwings yang jatuh adalah kata-kata "darurat, darurat". Hal ini disampaikan lewat tweet AirLive.net. BREAKING Authorities confirm last words from #germanwings #4U9525 A320 distress call were "emergency, emergency" http://t.co/wFg8KTSve2— AirLive.net (@airlivenet) March 24, 2015 Pukul 13:54: Foto pertama dari petugas penyelamat yang muncul di Twitter. Wilayah di mana pesawat itu jatuh, sangat sulit diakses. BREAKING PHOTOS: Emergency units staging in Seyne-les-Alpes, near the #4U9525 crash site, pic @Aviaponcho pic.twitter.com/6K1P7msXe1— News_Executive (@News_Executive) March 24, 2015 Pukul 14:03: Layanan meteorologi terbesar di Perancis "METEO-France" dan "La Chaine METEO" mengumumkan bahwa cuaca saat itu sangat kecil sekali kemungkinannya berpengaruh dalam penerbangan sehingga mengakibatkan kecelakaan. "Kondisi saat itu sangat optimal bahkan dengan cuaca kering dan langit benar-benar terbuka pada pagi hari," katanya, Selasa sore di situs "La Chaine METEO". Angin lemah dan tidak ada awan yang berbahaya. Pukul 14:11: Di Barcelona, landasan pacu bandara telah diselidiki. Tidak ada bukti kesalahan di awal penerbangan 4U9525. #Germanwingsabsturz Startbahn in #Barcelona untersucht: Keine Hinweise auf Fehler beim Start von #4U9525, berichtet #ARD-Studio Barcelona.— NDR Reporter (@NDRreporter) March 24, 2015 Pukul 14:15: Pihak berwenang Jerman tidak memiliki bukti keterlibatan terorisme sebagai penyebab kecelakaan pesawat ini. Pukul 14:16: Menurut "CNN" helikopter pertama telah bergerak ke arah lokasi kecelakaan. Helicopters are bringing bodies to a school gymnasium near site of #Germanwings A320 crash. http://t.co/4RUSYV7IUc
https://t.co/fQWAbR5Ea4— CNN (@CNN) March 24, 2015 Pukul 14:30: Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan pernyataan tentang kecelakaan A320. Merkel memberikan empati yang mendalam kepada kerabat dan keluarga penumpang yang menjadi korban. Dia mengatakan bahwa otoritas Perancis telah memberikan dukungan penuh. "Kecelakaan pesawat Jerman dengan lebih dari 140 orang di dalamnya adalah sebuah kejutan, dan mereka di sini (Jerman- Perancis dan Spanyol) turut merasakan duka yang mendalam," kata Merkel. Mereka menyatakan bahwa tidak ada banyak informasi tentang penyebab kecelakaan itu. "Setiap spekulasi dikesampingkan." Pukul 14:36: "Saya pikir inu membutuhkan satu bulan sampai kita tahu rincian lebih lanjut tentang penyebab kecelakaan," kata analis penerbangan Thomas saquer dari perusahaan konsultan Frost & Sullivan. "Mungkin itu sedikit lebih cepat, jika Anda dapat langsung menemukan kotak hitam." Untuk maskapai terbesar di Eropa kecelakaan itu mungkin kecelakaan terburuk dalam sejarah. Pukul 14:37: Sekarang sudah ada lebih banyak foto dari tim penyelamat yang sedang dalam perjalanan mereka ke tempat kejadian. French firefighters prepare to take-off in Digne for the crash site of the #Germanwings #A320 (REUTERS/JP.Pelissier) pic.twitter.com/LaqD5tXPgU— euronews (@euronews) March 24, 2015 Pukul 14:39: Dalam daftar penumpang juga terdapat 16 siswa dan dua guru dari Joseph-König-Gymnasiums. Menurut laporan mereka baru saja melaksanakan pertukaran siswa di Llinars del Valles dekat Barcelona. Pukul 14:56: Maskapai penerbangan Perancis, Air France telah menyatakan belasungkawa terhadap kecelakaan pesawat Airbus Germanwings di Perancis selatan. "Belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk semua penumpang penerbangan 4U9525 Germanwings dan keluarga dan teman-teman mereka," tulis CEO Alexandre de Juniac dan Air France CEO Frédéric Gagey di akun Twitter. Pukul 15:00: Secara resmi dilaksanakan Konferensi pers oleh Germanwings. Pukul 15:05: Menurut informasi resmi dari Germanwings, pesawat sebelumnya telah meninggalkan Düsseldorf pada pagi hari jam 6.48 dan mendarat tepat waktu pada pukul 08:27 di Barcelona. Germanwings dalam kesempatan ini menegaskan sekali lagi jumlah penumpang. Di antara para penumpang terdapat dua orang bayi. A320 telah mencapai 38.000 kaki pada pukul 10:35 dan satu menit kemudian mengarah turun. Penurunan berlangsung selama 8 menit. Kontak dengan radar Perancis diakhiri pada ketinggian 6.000 kaki. Pesawat ini kemudian mengalami kecelakaan. Pukul 15:07: Pada musim panas 2013, pesawat Airbus A320 ini menjalani pengecekan besar terakhirnya. Kapten sudah bekerja selama satu dekade dengan maskapai ini dan memiliki 6.000 jam terbang. Pukul 15:08: Sebuah tim gabungan dari Lufthansa dan Germanwings sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi kecelakaan. Pukul 15:10: Mengapa pesawat menurunkan ketinggian terbangnya, dari pihak Germanwings belum bisa memberikan informasi dan keterangan apapun. Tidak ada kelainan pada mesin. Pukul 15:11: "Kami berasumsi bahwa 67 warga Jerman berada dalam pesawat," kata Thomas Winkelmann, CEO Germanwings. Jumlahnya bisa berubah, daftar penumpang harus disesuaikan. Pukul 15:19: Pihak Germanwings menegaskan bahwa tidak ada perintah sama sekali dari menara kontrol untuk menurunkan ketinggian terbang. Pukul 15:26: Tentara Perancis telah mengepung daerah sekitar jatuhnya pesawat antara Digne dan Barcelonnette untuk awal penyelidikan. Lokasi kecelakaan berada di sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, beberapa kilometer dari Le Vernet di Lembah Blanche. Polisi telah mengkonfirmasi bahwa semua penumpang Airbus yang jatuh sudah mati. Pukul 15:28: Dengan satu menit mengheningkan cipta, Majelis Nasional telah memperingati korban kecelakaan pesawat dalam pertemuan Parlemen Perancis dan Parlemen Eropa. Pukul 15:42: Pilot dan mantan pimpinan maskapai Niki Lauda mengatakan di ORF "Pesawat itu naik ke ketinggian 38.000 kaki (...) Dan segera setelah ia naik, dia mulai lagi menurun. pasti ada sesuatu yang tidak beres di sana. "Mengapa ketinggian terbang dikurangi, siapapun tidak bisa mengatakan sekarang, kata Lauda. Playback of flight #4U9525 with speed and altitude graph is available on http://t.co/FHoX6q0GHt pic.twitter.com/amfKBbdeok— Flightradar24 (@flightradar24) March 24, 2015 Bersambung...

EKSKLUSIF (2) Kronologi setelah jatuhnya Airbus A320 milik maskapai Germanwings

Hingga saat saya menulis postingan ini, televisi Jerman masih terus secara intensif membahas tentang kecelakaan pesawat Airbus milik Germanwings di pegunungan Alpen Perancis. Kurang lebih setiap 10 menit para reporter melalui Breaking News melaporkan secara langsung dari tempat kejadian maupun dari kantor-kantor otoritas yang terkait dengan kecelakaan yang terjadi Selasa kemarin. Saya masih mencoba untuk…