World Expo Milan 2015 part 4 : Pavilion Indonesia

Salah satu motivasi besar kami mengunjungi World Expo Milan 2015 adalah melihat sakaligus ingin mencicipi masakan nusantara yang tentunya menjadi nilai jual di Pavilion Indonesia. Setelah melihat peta lokasi, ternyata pavilion negara kita terletak di paling ujung, tepatnya di paling akhir dari deretan negara-negara peserta pameran ini. Meskipun membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang…

Postingan ini adalah lanjutan dari cerita kunjungan kami ke pameran dunia di Milan Italy (WEM 2015 part 1 : negara-negara benua Amerika). Seperti yang sudah diprediksi, negara-negara di benua biru akan menampilkan kecanggihan teknologi dan industri yang mereka punya dalam menghasilkan bahan-bahan makanan. Diawali dengan Pavilion Irlandia yang minimalis bertingkat berisi miniatur proses pengolahan hasil pertanian dan kuliner yang mereka punya, diikuti Republik Cheko yang ramai dengan pengunjung yang memanfaatkan kolam renang gratis di depan Pavilion. Tidak ketinggalan negara-negara Eropa lainnya seperti Lithuania, Belarusia, Polandia, Vatikan, Swiss, Turkey, Austria, Monaco, Slovakia, Estonia, Slovenia, Romania, dan Hungaria bersaing menampilkan keunikan dan daya tarik kuliner masing-masing. Bagaimana dengan negara-negara maju Eropa seperti Jerman, Rusia, Perancis, Inggris, Belanda, Spanyol, dan tuan rumah Italy ? Berikut ini penampakannya. Pavilion Jerman tampil dengan gaya Futuristik, mengajak pengunjung menyaksikan sumber daya alam melalui pertanian dan keindahan pariwisata masing-masing negara bagian di Jerman. Paviliun Rusia tampil dengan megah lewat bangunan cermin yang menjulang tinggi, berbeda dengan Pavilion Belanda yang dibuat menyerupai suasana festival dengan berbagai macam konter penjualan makanan khas Belanda. Pavilion Prancis dibuat bernuansa alami, dimana terdapat kebun jangung sebagai pintu masuk menuju bangunan tinggi berdinding kayu yang tidak jauh berbeda dengan Pavilion Inggris. Dibuat serupa taman dengan jalan yang berliku-liku hingga sampai ke bangunan utama. Makanan di Pavilion Inggris ini yang katanya enak-enak dan murah. Tapi saya sendiri tidak sempat mencobanya :D Didepan Pavilion Spanyol terdapat layar raksasa berbentuk koper yang mengisyaratkan negara ini sebagai pusat tujuan liburan di wilayah eropa. Bagaimana dengan pavilion tuan rumah Italy ? Mereka menampilkan restoran-restoran khas negeri Pizza yang terkenal kelezatannya. Sepertinya karena mereka sebagai tuan rumah, pavilion negara ini adalah yang terluas. Ikon WEM 2015 yaitu berupa pohon kehidupan (Tree of life) juga berada disini.

World Expo Milan 2015 part 2 : negara-negara benua Eropa

Postingan ini adalah lanjutan dari cerita kunjungan kami ke pameran dunia di Milan Italy (WEM 2015 part 1 : negara-negara benua Amerika). 2. Pavilion negara-negara benua Eropa Seperti yang sudah diprediksi, negara-negara di benua biru akan menampilkan kecanggihan teknologi dan industri yang mereka punya dalam menghasilkan bahan-bahan makanan. Diawali dengan Pavilion Irlandia yang minimalis bertingkat…

Setelah sekian lama tertunda akibat padatnya aktifitas akhirnya postingan ini boleh selesai dan diluncurkan. Masih seputar liburan kami di Milan Italy pada musim panas 2015. Meskipun sudah terlampau jauh, hampir setengah tahun yang lalu namun tidak ada salahnya (dibuang sayang). Kali ini seputar pameran dunia lima tahunan sekali atau lebih keren disebut World Expo. Seperti namanya, WEM 2015 (World Expo Milan) melibatkan negara-negara di dunia yang saat itu mengusung tema “Feeding the Planet – Energy for life”. Sebenarnya saya tertarik mengunjungi event ini karena pernah mendengar cerita kemegahannya ketika dilaksanakan di Hannover Jerman tahun 2000 silam. Sekedar informasi, konon katanya kota Hannover Jerman sampai dirombak sedemikian rupa guna menyambut pelaksanaan event ini, hingga akhirnya menyisahkan deretan bangunan sisa-sisa Expo 2000 yang sebagian masih digunakan sampai sekarang. Kembali ke Milan, pelaksanaan WEM 2015 dimulai sejak tanggal 1 Mai sampai 31 Oktober 2015. Bertempat di lokasi pameran Rho Fiera Milan, tiket masuk per orang seharga 34€ yang sudah kami beli jauh hari sebelumnya melalui penjualan tiket online, sehingga tidak harus berlama-lama mengikuti antrian di loket dekat pintu masuk. Luasnya lokasi pameran ini sudah terlihat sejak pintu masuk dimana kami harus berjalan kaki selama kira-kira 45 menit baru bisa mencapai area utama. Sistem pengamanan sangat ketat diterapkan disini, pengunjung diharuskan melewati Metal Detector dan pemeriksaan barang bawaan secara manual.

World Expo Milan 2015 part 1 : negara-negara benua Amerika

Setelah sekian lama tertunda akibat padatnya aktifitas akhirnya postingan ini boleh selesai dan diluncurkan. Masih seputar liburan kami di Milan Italy pada musim panas 2015. Meskipun sudah terlampau jauh, hampir setengah tahun yang lalu namun tidak ada salahnya (dibuang sayang). Kali ini seputar pameran dunia lima tahunan sekali atau lebih keren disebut World Expo. Seperti…